Aku terus berlari menghindari Sheryn yang terus mengejarku. Tapi, aku mengingat ada hal yamg lebih penting dari sekedar adegan kejar-kejaran seperti di film India. "Eh! Kenapa berhenti, Jun?" Mungkin Sheryn merasa kaget karena aku tiba-tiba saja berhenti. "Kita ke tujuan awal saja, Sheryn. Kondisi saat ini sepertinya akan semakin memburuk." Sheryn menepuk keningnya, "Ah! Gara-gara kamu, aku jadi melupakan tujuan kita." Nah! Kan salah lagi. Memang benar wanita selalu benar. Sheryn segera menatap benda bulat itu. Mulutnya komat-kamit seperti mbah dukun yang sedang baca mantra. "Kita melenceng cukup jauh, Jun! Ayo!" Aku pun kembali mengikuti Sheryn, kembali ke jalan tadi kemudian berbelok ke kanan. "Sheryn!" Aku segera menarik lengan Sheryn ketika melihat bola pengawas tak jauh dari k

