42. Naga

1041 Kata

Monster itu masih berdiri dengan congkaknya meski sepuluh anak panah telah aku lesatkan? Lidahnya terus menjulur-julur membuatku harus bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menghindarinya. Tidak bisa begini! Aku harus mencari cara lain! Berkali-kali aku menembakkan anak panah masing-masing dengan lima anak panah sekali tembak. Kemampuan yang tidak pernah kupelajari sebelumnya, kini dapat kuperoleh dengan mudah. Aku benar-benar seperti tokoh Arjuna di pewayangan. "Kenapa kamu bendel sekali, Monster? Apa mau aku jewer?" Tapi, dia tidak memiliki telinga, bagaimana aku menjewernya? Aku hampir putus asa karena nampaknya dia masih belum terkalahkan. Monster itu bergerak lebih pelan dari yang kecil, meski begitu tetap saja membuatku berlari karena tubuhnya yang besar itu. Kakiku terus saja ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN