Setelah pertemuanku dengan Dave kemarin malam, aku terus merenung. Dave saja begitu bahagia dan tidak menyangkal kemampuannya. Bahkan dia dengan bangga menggunakan keahliannya itu. Kenapa aku terus menghindar dan mengingkari takdirku? Siapakah orang berjubah putih yang menemuiku dan berkata bahwa dia adalah diriku? Apa mungkin aku reinkarnasi darinya? Saat ini aku tengah berjalan menuju akademi. Di sanalah kini hari-hariku kuhabiskan. Jika waktu di bumi, aku paling benci berangkat sekolah, karena pasti akan menjadi bahan olokan Bobby cs. Tapi di sini, entah karena tak ada kegiatan lain atau karena tidak ada yang akan mem-bully-ku, membuatku begitu senang datang ke akademi. Bangun pagi, mandi, setelah itu menuju dapur umum untuk makan. Setelah kenyang, kaki otomatis bergerak menuju akad

