18. Seolah Mengerti

1021 Kata

"Aku adalah dirimu." "Jangan main-main. Aku tidak mengenalmu!" Sosok itu tak menggubris ucapanku. Dia masih saja terus memandangku dengan tersenyum. "Sekuat apa pun kamu mengingkari takdirmu, takdir itu akan terus mengikutimu."  Aku terkesiap saat tangan dinginnya seolah mengusap wajahku, tapi aku tidak merasakan apa-apa. Setelahnya, dia lantas tersenyum kembali dan kembali menjadi gumpalan asap yang semakin lama semakin menghilang. "Hah ... hah ... hah ...!" Aku memegangi dadaku yang hampir saja mengalami serangan jantung. Siapa dia? Kenapa dia bilang seperti itu? Aku takut setelah ini aku bisa saja ngompol di celana. Segera kurebahkan tubuhku di satu-satunya ranjang di sini. Ini begitu membingungkan dan membuatku terserang sakit kepala mendadak.  Aku masih terus mengatur napasku y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN