-10-

1829 Kata
Alzio duduk dengan menundukkan kepalanya. Ia sangat khawatir dengan keadaan Azalea. Begitupun dengan orang tua Azalea dan orang tuanya. Sedangkan Alvino menatap Alzio yang keadaannya sangat kacau. "Ini semua salah gue." Ucap Alzio pelan. Hanya Alvino yang dapat mendengarnya karena ia duduk bersebelahan dengan Alzio. "Ini cuma salah paham yo. Lo tenang Azalea pasti baik-baik aja." Ucap Alvino. Ceklek Dokter keluar dari ruangan. Alzio langsung menghampiri dokter itu. "Gimana keadaannya dok?" Tanya Alzio penuh kekhawatiran. "Alhamdulillah, pasien baik-baik saja karena langsung dibawa kesini. Jika tidak, mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." Ucap dokter. "Boleh saya melihatnya?" Tanya Alzio. "Silahkan." Ucap dokter. Alzio langsung masuk ke dalam ruangan Azalea. Alzio dapat melihat Azalea yang terbaring lemah dengan wajah pucatnya. "Sayang." Ucap Alzio dengan lirih. Air mata menetes di pipi nya. Cup Alzio mengecup lama kening Azalea. "Bangun Azalea, aku mohon." Ucap Alzio menatap dalam Azalea. "Maafkan aku Azalea, ini semua salahku. Maaf. Tolong bangunlah Azalea." Ucap Alzio. Tak butuh waktu lama, Azalea membuka matanya perlahan. Ia menatap sekeliling ruangan bernuansa putih itu, bau obat-obatan menyeruak di indra penciuman nya. "Sayang." Ucap Alzio. Azalea langsung menatap Alzio tanpa ekspresi. "Mau minum?" Tanya Alzio dengan lembut. Azalea hanya menggelengkan kepala nya. "Ke-kenapa aku ngga mati kak?" Ucap Azalea dengan pelan. "Ngga akan aku biarin Azalea." Ucap Alzio tegas. "Jangan pernah kayak gini lagi Azalea. Aku sangat khawatir Azalea." Ucap Alzio dengan air mata mengalir di pipinya. Azalea dapat melihat wajah penuh kesedihan dan kekhawatiran dari Alzio. Azalea mengubah posisi tidurnya menjadi duduk bersandar. "Pergi kak." Ucap Azalea mengusir Alzio. "Ngga akan." Ucap Alzio dengan tegas. "Perempuan itu lebih penting dari aku kak. Sekarang kamu pergi." Ucap Azalea. "Aku ngga akan pergi Azalea, dihidupku yang terpenting hanya kamu Azalea. Ngga ada yang lain." Ucap Alzio. "KALO EMANG GUE PENTING, LO NGGA AKAN PERGI TANPA KABAR KAYAK GINI KAK. LO NGGA AKAN PERGI SAMA PEREMPUAN LAIN." Ucap Azalea dengan keras. Dadanya naik turun karena emosi. "Azalea, ini semua ngga seperti yang kamu pikirkan. Tolong izinkan aku menjelaskan se--" "NGGA PERLU!!" Ucap Azalea penuh emosi. Alzio mengeraskan rahangnya, melihat Azalea yang sangat keras kepala. "Semua udah jelas. Hiks... Hiks... Kak Zio pergi aja. Aku ngga mau liat kak Zio lagi. Pergi kak. Pergi. Pergi." Ucap Azalea memukul d**a Alzio berulang kali. Alzio hanya diam menatap Azalea. "AKU BILANG PERGI ALZIO!!" Bentak Azalea. "NGGA AKAN AZALEA!! HILANGKAN KERAS KEPALAMU ITU. AKU AKAN JELASIN SEMUANYA!!" Bentak Alzio. Azalea diam menatap Alzio yang terlihat sangat emosi. Melihat Azalea yang terdiam, Alzio menarik Azalea ke pelukan nya. "Tenanglah Azalea." Ucap Alzio memeluk erat Azalea. "Aku akan menjelaskan semuanya. Kamu cukup diam dan dengerin semuanya." Ucap Alzio. Azalea hanya diam dipelukan Alzio. Ia merasa nyaman berada di pelukan Alzio. "Waktu malam itu aku ditelpon sama sekretaris aku, ada masalah di perusahaan Jerman. Aku harus kesana secepatnya Azalea." Ucap Alzio. Azalea mendongakkan kepala nya menatap Alzio. "Terus kenapa ngga bilang? Kenapa ngga ngabarin aku?" Tanya Azalea. "Disana aku sibuk banget Azalea. Untuk makan aja aku ngga ada waktu sama sekali. Maaf untuk itu." Ucap Alzio. Azalea diam tanpa ekspresi. "Aku ngurus pekerjaan itu cuma satu hari. Terus--" "Satu hari? Terus kak Zio pergi sama Raina? Iyakan?" Ucap Azalea dengan nada emosi. "Jangan potong ucapan aku Azalea." Ucap Alzio tegas membuat Azalea terdiam seketika. "Ada sesuatu yang aku kerjakan." Ucap Alzio menatap dalam Azalea. "Apa?" Tanya Azalea yang penasaran. "Nanti kamu akan tau Azalea." Ucap Alzio tersenyum menatap Azalea. "Terus kenapa kemarin sama Raina?" Tanya Azalea. "Cemburu ya?" Tanya Alzio menggoda Azalea. "Ishh apaan sih. Jawab kak." Ucap Azalea dengan ketus. "Aku ngabarin dia kalo aku dan kamu akan tunangan. Jadi dia minta jemput ke aku untuk datang ke acara kita." Ucap Alzio. Azalea diam mendengar penjelasan Alzio. "Maaf kak." Ucap Azalea dengan lirih. "Untuk?" Tanya Alzio menatap begitu dalam Azalea. "Semua yang terjadi. Aku ngga mau dengerin penjelasan kak Zio, aku bentak-bentak kak Zio, dan aku ngomong macam-macam tentang Azka. Maaf kak." Ucap Azalea. Mata nya mulai berkaca-kaca. "Ngga papa Azalea. Maaf juga karena aku udah nampar kamu." Ucap Alzio mengelus pipi Azalea yang sempat ia tampar. "Iya kak." Ucap Azalea tersenyum menatap Alzio. "Jangan pernah berbuat hal gila kayak gini lagi Azalea." Ucap Alzio dengan lembut namun tegas.  "Maaf kak." Ucap Azalea menundukkan kepala nya. "Jangan pernah ragukan cintaku Azalea. Aku hanya cinta kamu. Ngga ada yang lain." Ucap Alzio mendongakkan kepala Azalea agar menatapnya. "Maaf kak. Aku hanya takut." Ucap Azalea menatap Alzio. Cup Alzio mencium pipi Azalea. "Takut kehilangan aku?" Tanya Alzio menggoda Azalea. "Apaan sih pede banget." Ucap Azalea membaringkan tubuhnya di ranjang, tidur memunggungi Alzio. Alzio tersenyum melihat tingkah Azalea. Ceklek "Alzio, Azalea udah sadar?" Tanya Nia yang memasuki ruangan bersama Nadia. "Udah mah. Lagi malu dia." Ucap Alzio sambil tersenyum. Azalea masih dalam posisinya. "Malu kenapa?" Tanya bunda. "Malu ngakuin kalo takut--" "Bunda... " Ucap Azalea memotong ucapan Alzio. Alzio tersenyum menatap nya. "Apa yang sakit sayang?" Tanya Nadia. "Azalea baik-baik aja bunda. Maaf buat bunda dan mamah khawatir." Ucap Azalea menatap Nadia dan Nia. "Iya sayang. Jangan kayak gini lagi ya." Ucap Nia mengelus puncak kepala Azalea. Azalea tersenyum dan menganggukan kepala nya. "Alzio, kamu dipanggil sama papah tuh di luar. Urusan pekerjaan kayaknya." Ucap Nia pada Alzio. Alzio menganggukan kepalanya. Cup Alzio mengecup singkat kening Azalea. "Aku keluar dulu ya." Ucap Alzio. "Iya kak." Ucap Azalea. Alzio keluar dari ruangan Azalea. "Udah baikan kan sama Nak Zio?" Tanya Bunda. "Udah bunda. Maafin Azalea. Azalea ngga mau dengerin penjelasan kak Zio. Acaranya jadi kacau deh gara-gara Azalea." Ucap Azalea. "Ngga papa Azalea." Ucap Nadia. "Lagian juga Zio udah siapin acara yang lebih meriah." Ucap Nia. "Maksud mamah?" Tanya Azalea. Nadia langsung mendelikan matanya ke arah Nia. "Emm maksud mamah, nanti kan Zio nyiapin acaranya lagi yang lebih meriah." Ucap Nia. Azalea menganggukan kepalanya mengerti. Nadia dan Nia menghembuskan napasnya lega.  ***** "Ada apa pah?" Tanya Alzio duduk di samping Elver dan Hadrian. "Ada masalah lagi yo." Ucap Elver. "Masalah apalagi pah?" Tanya Alzio. "Ada yang menggelapkan uang perusahaan yo." Ucap Elver. "Papah minta tolong sama kamu. Sekarang juga kamu berangkat ke Jerman untuk mengecek semuanya yo. Papah ngga nyangka ada yang berani macam-macam dengan kita." Ucap Elver dengan rahang mengeras. "Tapi Azalea... " "Tenang aja yo, ada kita semua yang jagain Azalea. Kamu ngomong dulu sama dia. Biar ngga ada salah paham lagi." Ucap Hadrian. "Baik yah. Alzio masuk dulu." Ucap Alzio. Ia memasuki ruang Azalea kembali. Terlihat gadisnya itu sedang memakan buah dengan tenang disuapi oleh Nadia, sedangkan Nia duduk di tepi ranjangnya. Alzio berjalan mendekati Azalea. "Udah yo?" Tanya Nia. Alzio menganggukan kepala nya. "Maaf bunda,mamah. Alzio mau ngomong berdua sama Azalea." Ucap Alzio. Nadia dan Nia mengerti maksud dari perkataan Alzio. "Bunda dan mamah keluar dulu ya." Ucap Nadia mengelus kepala Azalea. Nadia dan Nia keluar dari ruang rawat Azalea. "Kenapa kak?" Tanya Azalea menatap Alzio. "Ada masalah lagi Azalea." Ucap Alzio dengan nada lemasnya. "Masalah apa kak?" Tanya Azalea. "Ada yang menggelapkan uang perusahaan di Jerman." Ucap Alzio. "Terus gimana kak?" Tanya Azalea. "Aku harus kesana. Aku harus ngecek perusahaan secara langsung Azalea." Ucap Alzio. Azalea hanya diam menatap begitu dalam Alzio. "Kenapa diam? Aku cuma bentar Azalea. Kalo masalah nya udah selesai, aku balik lagi kesini." Ucap Alzio melihat kesedihan di mata Azalea. "Aku mau sama kak Zio." Ucap Azalea dengan nada sedihnya, bahkan air mata telah mengalir di pipinya. "Jangan nangis Azalea." Ucap Alzio mengusap air mata Azalea. "Kamu mau ikut?" Tanya Alzio. Azalea langsung menatap Alzio. "Emang boleh?" Tanya Azalea. Alzio sendiri tidak yakin dengan ucapannya. Azalea masih terlihat sangat lemas dan pucat. Namun, ia tidak ingin melihat Azalea menangis. Alzio menganggukan kepalanya. "Makasih kak." Ucap Azalea memeluk tubuh Alzio. "Aku mau ngomong sama dokter dulu ya." Ucap Alzio. Azalea tersenyum dan menganggukan kepalanya. Cup Alzio mencium kening Azalea dan keluar dari ruang rawat Azalea.  ***** Alzio menatap Hadrian, Elver, Nadia, dan Nia yang masih duduk di ruang tunggu. "Azalea mau ikut ke Jerman." Ucap Alzio. Mereka menatap ke arah Alzio. "Azalea kan masih sakit Nak Zio." Ucap Nadia. "Azalea nangis bunda, tahu Alzio mau pergi ke Jerman." Ucap Alzio. "Terus gimana?" Tanya Elver. "Azalea ikut sama Alzio." Ucap Alzio. "Kalo emang itu keputusan kalian yaudah ngga papa. Tapi mamah pesan sama kamu Zio, jagain Azalea." Ucap Nia dengan tegas. "Pasti mah. Kalian ngga perlu khawatir." Ucap Alzio. "Kalau ada apa-apa langsung hubungi kami." Ucap Hadrian. "Baik yah." Ucap Alzio. "Oh iya, untuk masalah acara yang udah Alzio siapkan. Nanti Alzio kabari lagi, yang jelas semuanya udah siap." Ucap Alzio. "Iya yo." Ucap Elver. "Yaudah, Alzio mau nemuin dokter dulu." Ucap Alzio berjalan meninggalkan orang tua nya dan orang tua Azalea.  ***** Azalea menenggelamkan wajahnya di d**a bidang Alzio. Saat ini Azalea duduk dengan dipeluk oleh Alzio. Sudah satu jam mereka berada di pesawat pribadi milik Alzio. Azalea masih terlihat sangat lemas. "Ada yang sakit?" Tanya Alzio yang memeluk Azalea. Azalea hanya menggelengkan kepala nya. "Kalo sakit bilang Azalea." Ucap Alzio tegas. "Ngga sakit kak. Cuma ngantuk." Ucap Azalea dengan nada lirih. "Mau tidur di kamar?" Tanya Alzio. "Disini aja." Ucap Azalea. "Berapa jam sampai ke Jerman kak?" Tanya Azalea mendongakkan kepalanya menatap Alzio yang sedang menatapnya. Cup "16 jam." Ucap Alzio setelah mengecup kening Azalea. Ia sangat gemas dengan Azalea yang terlihat semakin cantik dan imut di matanya. "Lama banget." Ucap Azalea mengerucutkan bibirnya. "Tadi mau ikut." Ucap Alzio. "Kan pengin sama kak Zio. Tiga hari loh aku ditinggal sama kak Zio tanpa kabar." Ucap Azalea melepaskan pelukannya dan menatap Alzio. Cup "Maaf." Ucap Alzio. "Nanti kamu akan tahu semuanya Azalea. Tunggu waktunya." Ucap Alzio tersenyum dalam hati. "Aku ngga mau ditinggal tanpa kabar lagi. Kak Zio harus ngabarin aku." Ucap Azalea dengan nada perintah. "Iya sayang." Ucap Alzio. Azalea tersenyum dan memeluk Alzio lagi. Pelukan Alzio sangat menenangkan bagi Azalea, Azalea merasa nyaman dan aman berada dipelukannya. "Kak Zio." Ucap Azalea. "Iya?" Ucap Alzio. "Acara pertunangan kita gimana?" Tanya Azalea dengan nada lirihnya. "Jangan khawatir." Ucap Alzio singkat. Azalea langsung menatap Alzio. "Nanti bisa buat acara yang lebih mewah lagi." Ucap Alzio memberi penjelasan Azalea. "Ngga perlu kak. Ada atau ngga ada acara itu juga Azalea udah jadi tunangannya kak Zio karena kak Zio udah ngelamar Azalea di depan bunda, ayah, mamah, dan papah." Ucap Azalea tersenyum menatap Alzio. Alzio tersenyum menatap Azalea. "Makasih Azalea." Ucap Alzio dengan tulus menatap Azalea. Cup "Aku berharap semoga ngga kejadian kayak gini lagi kak. Aku benar-benar nyesel karena membuat semuanya kacau. Aku ngga dengerin penjelasan kak Zio." Ucap Azalea setelah mengecup pipi Alzio. "Aku minta maaf Azalea, aku ngga ngabarin kamu dan malah buat kamu salah paham dengan kedatangan Raina dan Azka. Yang perlu kamu ingat Azalea, hati dan cinta ku hanya untuk Azalea. Bukan yang lain. Tolong jangan ragukan itu." Ucap Alzio dengan tegas. Azalea menganggukan kepala nya menatap Alzio. Cup Alzio mencium kening lama. "I love you My Azalea." Ucap Alzio tersenyum menatap Azalea. Cup Azalea mencium pipi Alzio. "I love you too My Alzio." Ucap Azalea. Alzio tersenyum menatap Azalea dan menyatukan kening mereka. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN