-09-

2027 Kata
Inilah hari yang ditunggu-tunggu oleh keluarga Galen dan Elver. Hari dimana Alzio dan Azalea mengadakan acara pertunangan. Semua undangan telah disebar oleh kedua keluarga itu. Semua persiapan telah selesai seratus persen oleh Nadia dan Nia. Mereka sangat antusias mengadakan acara ini. Berbeda dengan mereka, Azalea justru sedang bingung dan khawatir. Pasalnya Alzio tidak menghubunginya selama tiga hari ini. Entah kemana perginya pria itu. Azalea menatap dirinya di cermin. Ia sangat anggun memakai sebuah dress berwarna merah muda yang panjangan dibawah lutut. Rambutnya digelung ke atas hingga memperlihatkan leher jenjangnya. Diatasnya terdapat mahkota kecil untuk mempercantik rambutnya. "Kamu kemana kak? Semoga aja kamu hadir di acara kita ini." Ucap Azalea dengan penuh khawatir. "Aku khawatir kak. Bahkan sampai sekarang kamu ngga hubungi aku sama sekali." Ucap Azalea. Tok... Tok... Tok... "Azalea ini mamah. Mamah masuk ya." Ucap Nia. "Masuk aja mah." Ucap Azalea. Ceklek Nia masuk ke dalam kamar Azalea, terlihat Azalea yang duduk menghadap ke cermin. "Udah siap sayang?" Tanya Nia menatap kagum Azalea yang terlihat sangat cantik dan anggun. "Udah mah." Ucap Azalea lirih. "Kak Zio --" "Zio belum kesini." Ucap Nia. Ia tahu Azalea akan menanyakan Alzio. "Sebenarnya kak Zio kemana mah? Kenapa ngga hubungi Azalea." Ucap Azalea penuh kekhawatiran. "Kamu tenang aja ya sayang. Pasti Zio akan kesini kok." Ucap Nia menenangkan Azalea. "Terus sekarang gimana mah. Kak Zio belum kesini. Gimana acaranya mah?" Ucap Azalea. "Acaranya akan dimulai kalo Zio udah disini sayang. Kamu tenang aja ya." Ucap Nia. Azalea menghembuskan napasnya kasar. "Yaudah, mamah mau nyambut para tamu dulu ya. Jangan cemberut nanti cantiknya hilang." Ucap Nia tersenyum menatap Azalea. "Iya mah." Ucap Azalea. Nia keluar dari kamar Azalea. Azalea mencoba menghubungi Alzio namun nomornya tidak aktif. "Jangan buat aku khawatir kak." Ucap Azalea dengan air mata yang telah menetes di pipi nya. Ceklek. "Ya ampun calon kakak ipar gue cantik banget sih." Ucap Tasya. Azalea langsung menghapus air matanya kasar agar tidak diketahui oleh siapapun. "Cieeee yang mau tunangan mah cantik." Ucap Alma. Azalea hanya tersenyum menatap kedua sahabatnya. "Gue kangen banget sama lo le." Ucap Alma langsung memeluk tubuh Azalea. "Gue juga kangen banget sama lo ma." Ucap Azalea melepaskan pelukan Alma. "Lo cantik banget le, gue ngga nyangka bentar lagi lo mau jadi nyonya Alzio." Ucap Alma. "Selama bertahun-tahun hubungan gue sama kak Zio, banyak banget rintangan yang harus gue dan kak Zio lalui ma. Gue ngga mau ada halangan lagi di hubungan gue dan kak Zio." Ucap Azalea. "Semoga lo dan kak Zio selalu bahagia le." Ucap Tasya yang dibalas senyuman oleh Azalea. "Gue ngga tau harus bahagia atau ngga sya. Hari ini kak Zio belum ngabarin gue. Gue ngga tau kak Zio dimana. Gue benar-benar khawatir." Ucap Azalea. Kali ini air matanya menetes di hadapan kedua sahabatnya itu. "Jangan nangis le. Kak Zio pasti kesini kok." Ucap Alma menghapus air mata Azalea. Tok... Tok... Tok... "Azalea, ayo keluar. Banyak tamu yang ingin melihat kamu." Ucap Nadia tersenyum menatap putri nya. "Kak Zio udah datang bun?" Tanya Azalea dengan suara seraknya. "Belum sayang. Mungkin bentar lagi." Ucap Nadia. "Azalea mau batalin acaranya bun." Ucap Azalea tegas. "Maksud kamu apa Azalea? Semua sudah dipersiapkan, kamu jangan kayak gini." Ucap Nadia. "Buat apa ada acara ini bun kalo kak Zio ngga ada disini. Buat apa bun?? Hiks... Hiks... " Ucap Azalea sambil menangis. Alma dan Tasya langsung memeluk Azalea. "Azalea, Nak Zio pasti bakal datang. Sekarang kamu turun dan temui para tamu." Ucap Nadia. "Azalea ngga mau bunda. Azalea cape kayak gini bun. Tiga hari Azalea nunggu kabar kak Zio, tapi apa bun?? Kak Zio ngga ngabarin Azalea sama sekali. Sebenarnya Azalea itu siapa dimata kak Zio? Azalea kayak ngga dianggap bun." Ucap Azalea penuh emosi, air mata masih mengalir di pipi nya. "Azalea--" "Azalea pengin sendiri. Sekarang kalian semua pergi." Ucap Azalea memotong ucapan Nadia. Nadia menghembuskan napasnya kasar lalu memberi kode pada Tasya dan Alma agar keluar dari kamar Azalea. Sepeninggalan Nadia, Tasya, dan Alma. Azalea duduk termenung bersandar di ranjangnya. "Baru kemarin kamu menginginkan aku jadi istrimu kak, tapi sekarang seakan-akan kamu membuangku sesuka hati." Ucap Azalea dengan nada pelan. Tok... Tok... Tok... "Azalea, ini mamah. Alzio udah datang sayang." Ucap Nia. Azalea langsung bangun dari duduknya dan membuka pintu untuk Nia. "Kak Zio udah datang mah? Dimana dia mah?" Ucap Azalea dengan sangat senang. "Ada dibawah sayang. Ayo." Ucap Nia. Azalea dan Nia berjalan ke lantai bawah tempat acara akan diadakan. Azalea berjalan sambil tersenyum. Ia sangat merindukan Alzio. Ia dapat melihat Alzio yang berdiri memakai setelan jas hitam miliknya. Alzio sangat tampan dimata Azalea. Tanpa rasa malu dan ragu, Azalea langsung berlari dan memeluk Alzio. "Aku kangen kak." Ucap Azalea memeluk Alzio dengan erat. Alzio membalas pelukan itu dengan sangat erat. "Daddy, Azka aus." Ucap Azka menarik ujung jas Alzio. Azalea langsung melepaskan pelukannya dan menatap Azka. "Azka sayang, nanti mommy ambilin ya." Ucap seorang perempuan yang tak lain adalah Raina. Azalea langsung menatap ke arah Raina. Dadanya naik turun memikirkan apa yang telah terjadi. "Ngapain lo kesini?" Tanya Azalea dengan nada penuh emosi pada Raina. Raina menatap bingung ke arah Azalea. "Raina dan Azka kesini sama aku Azalea." Ucap Alzio. Azalea langsung menatap tajam Alzio. "OOH JADI KAK ZIO NINGGALIN ACARA LAMARAN CUMA KARENA DIA." Ucap Azalea dengan keras dan penuh emosi. Semua tamu undangan menatap ke arah Azalea dan Alzio. "Bukan gitu --" "DAN SELAMA TIGA HARI KAK ZIO NGGA NGABARIN AKU KARENA DIA. IYAKAN?" Ucap Azalea dengan nada keras. Air mata mengalir deras di pipi nya. Kesedihan bercampur dengan emosi menguasai dirinya. "Azalea dengerin aku. Ini semua ngga seperti yang kamu pikirkan. Aku--" "STOP KAK!! AKU BENCI KAMU KAK. SELAMA TIGA HARI AKU SELALU NUNGGUIN KAMU DATANG KESINI KAK, SELALU NUNGGUIN KAMU NGABARIN AKU. TAPI APA KAK? KAMU MALAH PERGI SAMA CEWE INI." Ucap Azalea penuh emosi sambil menunjuk ke arah Raina. "Azalea dengerin dulu." Ucap Alzio menatap Azalea. "MAU JELASIN APALAGI KAK?? SEMUA UDAH JELAS. SELAMA TIGA HARI INI KAMU PERGI SAMA CEWE INI DAN ANAK HARAM INI!!" Ucap Azalea penuh emosi PLAK Alzio menampar Azalea, Azalea memejamkan matanya merasakan sakit di hatinya. Ini pertama kalinya seorang Alzio menampar Azalea. Semua orang terkejut melihatnya. "JAGA UCAPAN KAMU AZALEA!!" Ucap Alzio dengan tegas. "HAHAHAHA." Tawa Azalea begitu keras. Ia tertawa dengan air mata yang mengalir di pipi nya. Azalea hanya merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Alzio. Ia tidak menyangka Alzio akan membela Raina. "SELAMA BERTAHUN-TAHUN KITA BERSAMA BARU KALI INI KAMU MENAMPAR KU KAK. DAN INI SEMUA KARENA DIA." Ucap Azalea dengan keras penuh emosi. Alzio menatap tangan kanannya yang digunakan untuk menampar Azalea, ia tidak menyangka akan menampar Azalea. "Sayang maafin aku. Aku cuma--" "KAMU CUMA MAU BELA DIA!!" Bentak Azalea. Matanya menatap tajam Alzio. "KAMU BAYANGIN, AKU NUNGGU KAMU KASIH KABAR SELAMA BERHARI-HARI DAN SEKARANG APA KAK? KAMU BAWA PEREMPUAN LAIN DISINI." Ucap Azalea. Alzio menatap Azalea begitu dalam. "HARI INI TEPAT DIACARA PERTUNANGAN ALZIO DAN AZALEA, ALZIO AEZAR ELVER MEMBAWA SEORANG PEREMPUAN LAIN. DAN ORANG ITU ADALAH LO RAINA. GUE NGGA NYANGKA ORANG YANG NGELAMAR GUE DI DEPAN ORANG TUA GUE. JUSTRU LEBIH MILIH CEWE LAIN. BAHKAN DIA BERANI NAMPAR GUE. GUE BENAR-BENAR NGGA NYANGKA!!" Ucap Azalea penuh emosi, namun ia tetap mengeluarkan air matanya. "Azalea, tolong dengerin aku." Ucap Alzio dengan lembut. Azalea menatap ke arah Alzio dan mengusap air matanya kasar. "CUKUP KAK. UDAH CUKUP GUE NANGIS KARENA LO." Ucap Azalea. Lalu ia memejamkan matanya sejenak. "Gue cape, gue mau istirahat." Ucap Azalea dengan nada lemasnya. "Aku antar." Ucap Alzio dengan lembut dan ingin menggapai lengan Azalea. Namun, Azalea mengangkat tangannya tanda Alzio untuk tidak menyentuhnya. "Gue ngga mau liat lo kak." Ucap Azalea dengan tajam dan tegas. Alzio menggelengkan kepala nya. Azalea membalikkan badannya dan berjalan menaiki tangga dengan tertatih-tatih. Rasanya energinya telah terkuras. Semua gerak-gerik Azalea dilihat oleh para tamu dan keluarganya. Setelah Azalea menghilang dari pandangannya, Alzio memejamkan matanya sejenak. "Zio, maaf." Ucap Raina. "Lo pulang aja diantar sopir. Gue banyak urusan." Ucap Alzio. "Azka pulang ya." Lanjut Alzio berjongkok dihadapan Azka. "Iya daddy. Daddy angan nampal doktel antik. Azka ngga cuka." Ucap Azka dengan polos. "Ngga akan." Ucap Alzio tersenyum menatap Azka. "Yaudah, aku dan Azka pulang dulu ya. Semoga semuanya cepat selesai." Ucap Raina menggenggam tangan Azka dan berjalan keluar dari rumah Azalea. Semua tamu undangan yang melihat kejadian itu langsung keluar dari rumah Hadrian Galen. Hadrian, Nadia, Elver, dan Nia berjalan ke arah Alzio yang sedang berdiri termenung. "Alzio kenapa ini terjadi sih." Ucap Nia dengan mata yang berkaca-kaca. "Alzio ngga tau mah. Azalea salah paham. Alzio benar-benar bingung mah." Ucap Alzio dengan nada frustasi. "Apa perlu bunda kasih tau semuanya Nak Zio?" Tanya Nadia. "Nanti Zio aja yang jelasin ke Azalea. Untuk saat ini mungkin Azalea butuh istirahat bunda." Ucap Alzio. "Semua di luar rencana yo." Ucap Hadrian. "Iya yah. Alzio juga ngga nyangka." Ucap Alzio. "Nanti kamu ngomong baik-baik ke Azalea. Jangan sampai hubungan kalian hancur karena ini. Papah ngga mau masa lalu terulang lagi." Ucap Elver. "Alzio ngga akan biarin itu terjadi pah. Cukup sekali hidup Alzio hancur tanpa Azalea." Ucap Alzio tegas.  ***** PRANG PRANG Azalea melemparkan semua barang yang berada di meja rias nya. "Hiks... Hiks... Gue benci lo Alzio. Hiks... Hiks..." Tangis Azalea. PRANG Azalea melempar vas bunga ke arah kaca hingga pecah. "Keadaan gue seperti cermin ini. GUE HANCUR. SEMUANYA HANCUR. HIKS... HIKS... " Tangis Azalea, tubuhnya telah luruh duduk di atas lantai. "Kenapa ini terjadi hiks... Hiks... Kenapa harus gue hiks... Hiks... " Ucap Azalea menundukkan kepala nya. Ceklek "AZALEA." Teriak Alzio langsung berlari menghampiri Azalea. Alzio yang berada di lantai bawah mendengar suara pecahan dari arah kamar Azalea sehingga dia langsung menghampiri kamar Azalea. "Stop!!" Ucap Azalea tegas. Alzio menghentikan langkahnya. Azalea berdiri dari duduknya dan langsung menatap Alzio. "Bunuh aku kak. Bunuh aku biar kamu ngga nyakitin aku kak." Ucap Azalea menatap dalam Alzio. "Azalea jaga ucapan kamu. Aku ngga suka." Ucap Alzio dengan tegas. "Daripada aku harus kayak gini terus kak. Aku ngga sanggup, aku cape. Bunuh aku kak." Ucap Azalea dengan wajah sembab dan suara seraknya akibat menangis. "Azalea aku mohon kamu jangan kayak gini. Aku akan jelasin semuanya." Ucap Alzio dengan lembut. "Semuanya hancur, hidupku hancur kak. Aku cape dipermainkan oleh takdir." Ucap Azalea mulai ngelantur. "Sayang jangan ngomong kayak gitu. Kita bicarakan baik-baik. Semua akan baik-baik aja Azalea." Ucap Alzio mulai mendekat ke arah Azalea, namun Azalea mundur dua langkah menjauh dari Alzio. "Udah terbukti semua ngga baik-baik aja kak. Aku ngga kuat lagi." Ucap Azalea. "Kita hadapi sama-sama Azalea, jangan kayak gini." Ucap Alzio maju mendekat ke arah Azalea. "Sama-sama? Bahkan kamu ninggalin aku demi perempuan lain kak. Kamu bilang sama-sama? Langkah kita telah berbeda kak. Kamu telah melangkah bersama perempuan lain meninggalkan aku yang menunggu kamu kak." Ucap Azalea sambil mengusap air matanya kasar. "Ngga Azalea, semua salah paham." Ucap Alzio mendekat ke arah Azalea, Azalea memundurkan langkahnya. Tanpa sadar kaki Azalea menginjak pecahan kaca hingga berdarah. "Setelah ini kak Zio ngga akan nyakitin aku lagi. Aku pastikan itu." Ucap Azalea menundukkan kepala nya. "Maaf sayang. Jangan kayak gini. Aku mohon." Ucap Alzio, sudut matanya mengeluarkan air mata. "Aku cape. Aku butuh istirahat." Ucap Azalea. "AKKKHHHHHH." Teriak Azalea setelah menggoreskan pecahan kaca tepat di nadinya hingga darah memancar deras. Entah sejak kapan Azalea memegang pecahan kaca itu hingga menyakiti dirinya sendiri. "AZALEA." Teriak Alzio. Ia langsung mendekati tubuh Azalea yang mulai melemah. "Sayang, jangan kayak gini. Aku mohon." Ucap Alzio memapah dan memeluk tubuh Azalea yang lemah. Azalea masih membuka matanya menatap dalam Alzio. "Di hati Azalea selalu ada nama Alzio." Ucap Azalea dengan lemas. Ia langsung memejamkan matanya. Darah masih memancar keluar. Cup Alzio mencium kening Azalea. "Azalea bangun." Ucap Alzio langsung menggendong Azalea ala bridal style keluar dari kamarnya. Ia berlari menuruni tangga. "Nak Zio, Azalea kenapa?" Tanya Nadia penuh khawatir ketika melihat darah Azalea. Begitupun dengan Hadrian, Elver, dan Nia. "Siapkan mobil." Ucap Alzio yang terus berjalan keluar dari rumah. Alvino yang berada disana langsung berlari keluar rumah menyiapkan mobilnya. Alzio memasukkan Azalea kedalam mobil. Ia memangku tubuh Azalea dan memanjatkan do'a. Sedangkan Alvino yang mengendarai mobilnya. Hadrian, Nadia, Elver, dan Nia menggunakan mobil lain menuju ke rumah sakit. "Jangan tinggalin aku Azalea." Ucap Alzio dengan air mata yang mengalir. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN