Malam ini adalah malam yang menegangkan sekaligus menggambirakan bagi Azalea. Ia akan dilamar oleh seorang Alzio Aezar Elver. Namun, ada yang ia takutkan. Ia sangat takut jika berhadapan dengan Elver dan Nia, orang tua Alzio.
"Tenang Azalea." Ucap Azalea menatap cermin. Ia telah bersiap memakai dress selutut berwarna peach, rambutnya ia gerai dan diberi hiasan mahkota di atasnya. Memang hari ini bukan acara pertunangan besar-besaran. Namun, bagi Azalea ini adalah hari yang penting bagi hidupnya.
"Lupakan masa lalu Azalea. Buka lembaran baru. Lo dan kak Zio akan hidup bersama." Ucap Azalea pada dirinya sendiri.
Drtttt... Drtttt....
From : My Alzio❤
Aku lagi di jalan menuju kerumahmu Azalea. Jangan khawatir semua akan baik-baik aja. Love you❤
To : My Alzio❤
Iya kak, Hati-hati di jalan. Love you too❤
*****
"Bunda senang banget yah melihat Azalea dan Alzio bahagia." Ucap Nadia. Hadrian, Nadia, dan Alvino telah bersiap-siap menyambut kedatangan keluarga Alzio. Mereka duduk di ruang tamu.
"Semua ayah lakuin demi kebahagiaan Azalea bun. Ayah ngga boleh egois. Cukup masa lalu yang membuat mereka berpisah." Ucap Hadrian.
"Semoga semuanya lancar yah, bun." Ucap Alvino. Hadrian dan Nadia menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Ting... Tong...
"Sepertinya itu mereka yah." Ucap Nadia.
"Biar Vino yang bukain bun." Ucap Alvino berjalan membukakan pintu.
Ceklek.
"Eh lo yo, mau ngapain lo?" Ucap Alvino menggoda Alzio yang rapi menggunakan jas hitamnya. Elver, Nia, dan Tasya tersenyum mendengar candaan Alvino.
"Ck, ngga usah mancing emosi gue lo." Ucap Alzio kesal. Alvino tersenyum memperlihatkan giginya. Lalu ia mencium tangan Elver dan Nia.
"Silahkan masuk om, tante." Ucap Alvino dengan sopan. Elver, Nia, Alzio, dan Tasya memasuki rumah Hadrian.
"Selamat malam." Ucap Elver setelah dihadapan Hadrian dan Nadia. Mereka saling berjabat tangan.
"Malam." Ucap Hadrian.
"Silahkan duduk dulu." Ucap Nadia sopan. Mereka semua duduk, kecuali Nadia.
"Saya akan memanggil kan Azalea dulu." Ucap Nadia. Ia berlalu dari ruang tamu dan berjalan menuju kamar Azalea.
Tok... Tok... Tok...
"Azalea, keluarga nya Nak Zio udah datang." Ucap Nadia.
Ceklek.
Pintu terbuka menampilkan Azalea yang cantik memakai gaunnya.
"Bunda, Azalea takut." Ucap Azalea. Nadia menggenggam tangan Azalea.
"Ngga perlu khawatir sayang. Nak Zio akan melamarmu. Kamu harusnya senang. Jangan khawatir oke." Ucap Nadia. Azalea menganggukan kepala nya pelan. Nadia menuntun Azalea berjalan menuju ruang tamu.
Setelah sampai ruang tamu, semua orang menatapnya. Termasuk Alzio yang menatapnya tak berkedip. Azalea duduk di tengah-tengah antara Hadrian dan Nadia.
"Selamat malam Azalea." Ucap Elver mencairkan suasana. Ia tahu Azalea sedang takut.
"Malam om." Ucap Azalea dengan sopan.
"Sebelumnya saya mau minta maaf atas masalah yang terjadi dulu. Saya benar-benar menyesal. Maafkan saya Hadrian, Nadia, termasuk kamu Azalea. Ini semua terjadi karena saya. Saya yang menyuruh kamu pergi jauh dari kehidupan Alzio. Saya minta maaf Azalea. Saya menyesal." Ucap Elver penuh penyesalan.
"Azalea, ayah, dan bunda udah memaafkan semuanya om." Ucap Azalea tersenyum menatap Elver.
"Kamu anak yang baik Azalea. Alzio ngga salah pilih." Ucap Nia yang dibalas senyuman oleh Azalea.
"Saya sudah melupakan semuanya. Yang terpenting adalah kebahagiaan Azalea dan Alzio." Ucap Hadrian.
"Iya benar." Ucap Elver.
"Ayah dan bunda pasti tau kedatangan saya kesini." Ucap Alzio. Hadrian dan Nadia menganggukan kepalanya. Alzio menarik napasnya dalam lalu menghembuskannya.
"Kedatangan saya dan keluarga ingin melamar Azalea untuk menjadi istri saya. Saya harap ayah, bunda, dan Azalea menerima saya." Ucap Alzio dengan lantang. Azalea menatap dalam Alzio yang mengatakan itu.
"Sebelumnya saya berterima kasih sama kamu Alzio. Kamu sangat berani melamar putri saya ini. Saya dan istri tahu kamu sangat mencintai Azalea. Begitupun dengan Azalea. Saya serahkan keputusannya sama Azalea. Saya akan selalu mendukung keputusannya itu." Ucap Hadrian tegas.
"Jadi Azalea, apa jawaban kamu?" Lanjut Hadrian bertanya pada Azalea. Azalea langsung menatap Alzio yang sedang menatapnya penuh harap.
"Azalea menerima lamarannya kak Zio." Ucap Azalea. Alzio langsung tersenyum mendengar ucapan Azalea.
"Alhamdulillah." Ucap semua orang yang menyaksikan.
"Akhirnya kita akan menjadi keluarga." Ucap Nia terlihat sangat bahagia.
"Iya, saya sangat senang." Ucap Nadia tak kalah senang.
"Gimana kalo kita rayain kebahagiaan ini." Ucap Nia.
"Maksud anda?" Tanya Nadia.
"Kita buat pesta acara pertunangan Alzio dan Azalea." Ucap Nia dengan semangat.
"Ide bagus tuh." Ucap Nadia dengan antusias. Yang lain hanya tersenyum menatap kedua orang itu.
"Ibu-ibu mah rempong." Ucap Tasya dengan suara pelan namun terdengar oleh Alvino.
"Ssssttt ngga boleh gitu. Mereka lagi bahagia." Ucap Alvino. Tasya hanya tersenyum menatap Alvino.
"Kalian setuju kan?" Tanya Nia.
"Setuju kok mah. Mamah urus semuanya." Ucap Elver.
"Tenang aja mamah dan Nadia akan mengurus semuanya." Ucap Nia.
"Jadi kapan acaranya?" Tanya Nadia. Yang lain hanya saling pandang karena bingung.
"Tiga hari lagi bun." Ucap Alzio. Azalea langsung menatapnya.
"Emang ngga kecepatan kak?" Tanya Azalea.
"Ngga sayang. Aku pengin semuanya tahu kalo kamu milik aku." Ucap Alzio tegas.
"Aduhhh romantisnya." Ucap Nia menggoda anaknya dan Azalea. Azalea menundukkan kepala nya malu.
"Jadi tiga hari lagi acaranya." Ucap Nadia yang dibalas anggukan oleh semuanya.
"Oh iya saya sampai lupa. Ayo kita makan malam bersama. Saya sudah menyiapkan makanan untuk kalian." Ucap Nadia.
Keluarga Azalea dan keluarga Alzio berjalan menuju ruang makan. Berbagai macam makanan telah disiapkan oleh Nadia. Ia sangat antusias menyiapkan semuanya.
"Ayo silahkan dimakan." Ucap Hadrian.
"Kak Zio mau makan pake apa?" Tanya Azalea dengan lembut. Ia dan Alzio duduk berdampingan.
"Ayam goreng sama sayur nya aja." Ucap Alzio tersenyum menatap tunangan nya itu. Azalea mengambilkan nasi, lauk pauk, dan sayur dengan telaten. Kegiatannya itu tak lepas dari pandangan kedua orang tuanya dan kedua orang tua Alzio. Mereka tersenyum menatap Alzio dan Azalea.
"Ini kak." Ucap Azalea menaruh piringnya di hadapan Alzio.
"Terimakasih sayang." Ucap Alzio. Azalea tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Hening. Semuanya memakan hidangan dengan keheningan. Tidak ada percakapan yang ada hanya suara dentingan sendok dan garpu.
Nada dering ponsel mengalihkan perhatian mereka.
"Maaf, saya angkat telpon dulu." Ucap Alzio sopan. Ia langsung menjauh meninggalkan ruang makan. Azalea menatap kepergian Alzio itu.
"Mungkin rekan bisnisnya." Ucap Nia. Azalea tersenyum menatap Nia.
"Iya tante. Kak Zio kan sangat sibuk." Ucap Azalea.
"Jangan panggil tante dong. Panggil mamah." Ucap Nia.
"Iya mah." Ucap Azalea.
"Panggil om juga papah ya." Ucap Elver yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Azalea.
"Maaf ayah, bunda, papah, mamah. Alzio harus pergi." Ucap Alzio yang baru tiba di ruang makan setelah mengangkat telpon nya. Azalea langsung menatap ke arah Alzio penuh tanda tanya.
"Mau kemana yo?" Tanya Elver.
"Alzio ada urusan penting pah." Jawab Alzio.
"Urusan penting apa yo? Kamu batalin sekarang juga." Ucap Nia dengan tegas.
"Ngga bisa mah." Ucap Alzio. Azalea hanya diam menatap Alzio.
"Saya pamit dulu bunda, ayah." Ucap Alzio mencium tangan Hadrian dan Nadia.
"Pah, mah, Alzio pergi dulu." Lanjut Alzio mencium tangan Elver dan Nia.
"Azalea, aku pergi dulu ya." Ucap Alzio menatap Azalea yang terdiam.
"Aku antar kak." Ucap Azalea berdiri dari duduknya. Ia dan Alzio berjalan keluar dari rumah.
"Maaf Azalea." Ucap Alzio setelah sampai di samping mobilnya.
"Ngga papa kak. Mungkin urusannya sangat penting." Ucap Azalea mencoba berpikir positif dan mengesampingkan ego nya.
"Aku pergi dulu ya. I love you My Azalea." Ucap Alzio mencium kening Azalea.
"Hati-hati kak. I love you too My Alzio." Ucap Azalea tersenyum menatap Alzio. Sebenarnya hatinya tidak rela jika Alzio pergi.
Alzio memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.
"Entah ada urusan apa kak. Sejujurnya aku ngga rela kamu pergi kak." Ucap Azalea menatap mobil Alzio yang telah menghilang dari penglihatan nya.
Azalea memasuki rumahnya kembali. Terlihat Hadrian, Elver, Nadia, Nia, Alvino dan Tasya yang duduk di ruang tamu.
"Alzio udah pergi le?" Tanya Nia.
"Udah mah." Ucap Azalea dengan sopan. Ia duduk di samping Tasya.
"Mungkin kak Zio lagi sibuk le." Ucap Tasya pelan. Ia mengetahui perubahan wajah Azalea.
"Iya sya." Ucap Azalea singkat.
"Yaudah, kami mau pamit dulu." Ucap Elver.
"Besok-besok main ke rumah lagi ya." Ucap Nadia pada Nia.
"Iya tenang aja." Ucap Nia. Mereka semua saling berjabat tangan.
"Mamah pamit ya sayang. Kamu main ke rumah dong, udah lama kamu ngga main." Ucap Nia.
"Iya mah, nanti Azalea main." Ucap Azalea tersenyum menatap Nia.
"Kami pamit dulu. Assalamu'alaikum." Ucap Elver.
"Wa'alaikum salam." Balas keluarga Azalea.
Elver, Nia, dan Tasya pergi meninggalkan rumah Hadrian Galen. Kini tinggal Azalea, Hadrian, Nadia, dan Alvino yang masih duduk di ruang tamu.
"Apa ada yang kamu pikirkan Azalea?" Tanya Nadia yang duduk di samping putri nya itu.
"Ngga ada bunda. Azalea cuma ngantuk. Azalea ke kamar dulu ya." Ucap Azalea beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
"Semoga tidak ada halangan lagi untuk hubungan mereka." Ucap Nadia dalam hati.
*****
Azalea duduk bersandar di ranjangnya. Entah mengapa sedari tadi ia mencoba memejamkan matanya namun sangat sulit untuk tertidur.
"Azalea jangan mikir macam-macam. Kak Zio itu sibuk. Berpikir positif Azalea." Ucap Azalea pada dirinya sendiri.
"Biasanya kak Zio ngucapin selamat malam, selamat tidur. Kenapa hari ini ngga sih." Ucap Azalea dengan nada lirihnya.
"Sebenarnya ada urusan apa kak?" Ucap Azalea.
Azalea mengambil handphone nya yang berada di atas nakas. Ia langsung menekan nomor Alzio dan menelponnya.
Tuuutttt... Tuuutttt...
"Kok ngga di jawab sih." Ucap Azalea sedikit kesal.
To : My Alzio❤
Kak Zio dimana? Kok ngga diangkat? Kak Zio udah tidur ya?
Lima belas menit berlalu setelah Azalea mengirimkan pesan pada Alzio. Tidak ada jawaban sama sekali dari Alzio. Azalea menghembuskan napasnya kasar dan mulai membaringkan tubuhnya, memaksakan dirinya untuk tertidur.
*****
Pagi menjelang. Azalea mengerjapkan matanya bangun dari tidurnya.
"Kak Zio udah balas belum ya." Ucap Azalea sambil mengambil handphone nya. Ia melihat handphone nya, namun tidak ada pesan dari Alzio.
"Kak Zio kemana sih." Ucap Azalea dengan nada khawatir.
"Semoga kamu baik-baik aja kak." Ucap Azalea.
Azalea bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap ke rumah sakit tempatnya bekerja.
Setelah bersiap-siap, Azalea keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Ia berharap Alzio berada di rumah nya dan mengantarkan nya bekerja. Namun saat sampai di ruang makan, tidak ada tanda-tanda Alzio disana.
"Morning ayah, bunda." Ucap Azalea dengan nada lemasnya. Ia mencium pipi Hadrian dan Nadia.
"Kenapa? Kok lesu gitu?" Tanya Nadia.
"Ngga papa kok bunda. Azalea cuma masih ngantuk." Ucap Azalea berbohong. Ia mengoleskan selai coklat ke rotinya, lalu ia memulai acara makannya.
"Alzio ngga kesini?" Tanya Hadrian setelah menelan rotinya.
"Ngga yah, mungkin sibuk." Ucap Azalea.
"Ayah, bunda. Azalea berangkat dulu ya." Ucap Azalea mencium tangan Hadrian dan Nadia.
"Hati-hati, jangan ngebut nyetirnya." Ucap Nadia menasihati putrinya itu.
"Iya bun. Assalamu'alaikum." Ucap Azalea.
"Wa'alaikum salam." Ucap Hadrian dan Nadia.
Azalea pergi dari rumahnya menuju rumah sakit menggunakan mobil nya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Di perjalanan, ia masih memikirkan Alzio yang belum menghubunginya.
"Kamu kemana sih kak? Aku khawatir banget." Ucap Azalea penuh kekhawatiran.
Setelah beberapa menit, Azalea menghentikan mobilnya di parkiran rumah sakit. Ia langsung berjalan masuk ke rumah sakit dan memulai pekerjaannya meskipun masih memikirkan Alzio.
*****
Hari mulai siang. Azalea duduk di ruang kerjanya. Sedari tadi ia menatap layar handphone nya berharap ada balasan dari Alzio. Azalea sangat khawatir dengan Alzio.
"Apa gue telpon Tasya aja ya." Ucap Azalea. Ia langsung menekan nomor Tasya dan menelponnya.
"Halo sya." Ucap Azalea.
"Iya le, kenapa?" Ucap Tasya.
"Lo tau ngga kak Zio kemana? Daritadi malam gue telpon, gue WA ngga ada balasan." Ucap Azalea.
"Daritadi malam kak Zio ngga pulang le. Gue ngga tau kemana." Ucap Tasya.
"Coba nanti lo tanyain ke mamah sama papah ya. Mungkin mereka tau." Ucap Azalea.
"Oke le, nanti gue tanyain." Ucap Tasya.
Azalea memutuskan sambungan telpon nya. Ia kembali mengirim pesan kepada Alzio.
To : My Alzio❤
Kak Zio dimana? Kenapa ngga ngabarin aku. Aku khawatir kak.
Azalea menidurkan kepalanya di meja kerjanya.
"Sebenarnya kamu dimana dan kenapa kamu tiba-tiba kayak gini kak." Ucap Azalea dengan nada sedih dan khawatir nya.