bc

Pernikahan Bar-Bar

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
family
HE
opposites attract
friends to lovers
heir/heiress
drama
tragedy
sweet
bxg
city
naive
like
intro-logo
Uraian

Marisa terjebak dalam perjodohan dengan Reno—laki-laki manja yang dibenci keluarga tirinya karena menjadi sang pewaris keluarga Alvarez. Kehadiran Marisa malah membuat keluarga tiri Reno semakin membencinya, lantaran langkah mereka untuk meraih harta warisan menjadi semakin sempit. Mereka bersumpah akan membuat kehidupan Marisa dan Reno seperti di neraka. Hal itu diketahui oleh Marisa, yang kemudian bertekad untuk melindungi Reno dan mengubahnya menjadi sosok yang kuat. Akankah cinta mereka mampu menaklukkan kebencian keluarga tiri Reno, ataukah keduanya akan menjadi korban permainan kekuasaan yang kejam?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Pasangan gila
"Mimpi buruk, apa gue bisa nikah sama cowok gemulai kaya dia?" pikir Marisa setelah melihat laki-laki yang kini telah resmi menjadi suaminya. Namun ternyata mereka sama-sama terkejut dengan pertemuan pertama yang langsung ke jenjang pernikahan itu. "Oma gak salah nikahin aku sama cewek menyeramkan ini?" bisik Reno kepada Oma Tiyas. "Tidak. Oma tidak salah memberikan istri seperti Marisa kepadamu, sayangnya Oma." Sahut Oma tersenyum manis sambil berjalan ke arah Marisa. "Aduh, Oma jadi gak sabar deh, pengen buru-buru nimang cicit dari kamu, Ris." "Idih, ogah! Ngeliat pabriknya aja gitu, boro-boro mau ngasih cicit. Yang ada, nanti belum apa-apa, tulang dia patah semua." Marisa menjawab spontan, membuat orang yang ada di aula menatapnya. "Marisa!" Fatma mencubit pelan lengan putrinya. "Jangan berbicara seperti itu!" Bukannya marah, justru Oma Tiyas malah tertawa. "Haha. Kamu benar, Marisa. Reno itu memang seperti wanita. Tapi badannya tetap gagah, loh!" Marisa tidak menjawab. Dia hanya tersenyum tipis setelah mendapatkan cubitan kecil dari ibunya. "Kalau bukan karena mendiang Nenek Syifa dan Oma Tiyas yang begitu baik, gak sudi gue nikah sama lo." Ucap Marisa pelan kepada Reno setelah mereka duduk bersampingan. "Jangan terlalu pd. Kalau bukan karena Oma, aku juga ogah nikahin cewek sangar kaya kamu!" kata Reno menyahuti ucapan Marisa. Pernikahan itu digelar cukup mewah, lantaran Reno adalah pewaris keluarga Alvarez, yang membuat Oma Tiyas ingin semuanya hadir. Termasuk Hera, ibu sambung Reno. Setelah selesai acara pernikahan Reno dan Marisa, Hera langsung menghampiri Oma Tiyas. "Ibu, apa kabar?" tanya Hera tersenyum ramah kepada Oma Tiyas. "Sangat baik. Melihat cucuku satu-satunya menikah, sudah cukup membuatku bahagia." Jawab Oma Tiyas yang membuat Hera menekan tasnya lantaran tidak suka. "Dia pikir anak dariku bukan cucunya?!" kesal Hera membatin. Hera mengangguk. "Benar, Oma. Akupun sebagai ibu sambungnya, sangat bahagia melihat Reno akhirnya menikah. Pasti Mas Bram juga bahagia melihatnya." Membawa nama anaknya, Oma Tiyas tidak menyahut. Dia masih teringat bagaimana dulu Bram, putranya, begitu keras ingin menikahi Hera, yang mana latar belakang wanita tersebut sudah diketahui oleh Oma Tiyas. Namun demi kebahagiaan anaknya, Oma Tiyas membiarkan hal itu. "Acaranya sudah selesai, kan? Gue mau istirahat," tanya Marisa kepada Cila, adik tiri Reno. Cila memutar bola matanya malas. "Istirahat aja sana. Lagian gaada yang nyariin lo juga." "Dih. Bocah tengil." Tanpa memperdulikan pesta sudah selesai atau belum, Marisa pergi dari aula dan masuk ke dalam kamar. Yang entah kamar itu milik siapa. "Orang kaya gini, ya? Cuman bikin kamar doang harus seluas ini. Memasukinya saja sudah seperti masuk ke lapangan bola." Grutu Marisa yang merasa konsep kamar tersebut terlalu luas. Dia cepat-cepat melepas gaun pernikahannya, dan berganti dengan kaos oblong dan celana pendek yang dia bawa tadi. Lantaran sudah terlalu lelah, Marisa langsung tertidur. "Astaga. Wanita jorok!" Pekik Reno yang melihat kamarnya sudah berantakan dengan gaun pengantin Marisa, dan tisu bekas Marisa menghapus riasan make-upnya. Reno yang selalu bersih, dia langsung memungut gaun, dan tisu-tisu yang berserakan itu. Dia melirik sekilas ke arah Marisa yang begitu pulas menguasai ranjangnya. "Untuk malam ini saja aku tidur di sofa," lirih Reno memberanikan diri untuk tidur di sofa. Tentu saja dengan beralaskan selimut tebal, dan semprotan pembersih kuman. Pagi harinya, Marisa yang baru saja bangun, dia melirik ke arah Reno yang tengah membersihkan wajahnya seperti wanita. Menggunakan micellar water, dan toner yang sering dilakukan oleh wanita. "Menjijikan!" kata yang keluar dari mulut Marisa, setelah melihat Reno yang perawatan wajah seperti wanita. Mendengar kata kasar itu, Reno berbalik, menatap Marisa. "Bicara apa kamu barusan?" tanyanya, memastikan. "Menjijikan." "Apa katamu?!" Reno beridiri dari duduknya. "Menjijikan!" tekan Marisa dengan kuat mengatakan hal itu. "Apa kamu ini belok? Bertingkah seperti itu, cih!" Sambungnya sembari menghampiri meja rias Reno yang penuh dengan serum, dan perawatan wajah lainnya. "Jangan sentuh barang-barangku!" Sentak Reno menyingkirkan lengan Marisa yang hendak memegangi meja riasnya. "Kam—" "Dan jaga ucapanmu. Perawatan wajah bukan hanya untuk wanita saja. Laki-laki juga harus menjaga perawatan wajah dan tubuhnya!" Reno membuang tisu bekasnya dan menatap wajah Marisa. "Memangnya kamu. Lihatlah, wajahmu begitu kotor dan kusam. Wanita jorok!" Mendengar sebutan 'wanita jorok', Marisa naik pitam. Dia menyiku pelan lengan Reno. Namun hal itu justru membuat tubuh Reno langsung ambruk. Dia terjatuh setelah dorongan pelan dari Marisa yang begitu kencang baginya. "Haha. Orang gemulai sepertimu, tidak cocok mendapatkan tubuh kekar seperti itu. Masih untung namamu hanya Reno Alvarez, bukan Reino Barack. Kasian nanti Reino Barack bertemu dengan orang yang sama namanya dengannya, namun tubuhnya sangat rapuh. Haha!" Merasa kesal, Reno bangkit dan langsung menjambak rambut Marisa dengan kuat. "Beraninya kamu!" "Lepas!" "Kamu sudah keterlaluan! Baru kali ini ada orang yang berani menghinaku, bahkan mentertawak—" "Memang kamu pantas untuk ditertawakan!" Potong Marisa semakin tertawa keras. Kebisingan yang terjadi di dalam kamar Reno, membuat Oma Tiyas masuk kedalam kamar tersebut dan melihat Reno dan Marisa sedang tarik menarik rambut. "Kalian sedang apa?" tanya Oma Tiyas yang mengejutkan keduanya. Reno melepaskan tangannya. "Kami hanya saling membersihkan rambut saja, Oma." "Membersihkan rambut dengan cara menjambaknya?" Celetuk Cila, menyilangkan lengan di dadanya. "Atau jangan-jangan wanita itu menggangu Kak Reno, ya?" sambungnya berkata bahwa Marisa sedang menggangu Reno dengan menjambak rambutnya. Menyadari lengan Reno memerah, Oma Tiyas yang berpikir itu bekas cakaran malam dari Marisa, dia langsung tersenyum malu. "Aduh, kayanya Oma salah masuk kamar, ya. Jadi ganggu kalian." Kata Oma yang membingungkan. "Maksud Oma?" Marisa bertanya lantaran bingung. Oma menggelengkan kepalanya. Dia menarik lengan Cila. "Tidak. Tidak ada apa-apa. Sebaiknya kalian lanjutkan saja tempur nya. Maaf sudah keganggu, ya!" Setelah mengatakan itu, Oma Tiyas dan Cila langsung pergi keluar dari kamar Reno. Hal itu membuat Marisa bingung dengan apa yang dimaksudkan Oma Tiyas. Sesaat dia melihat ke arah lengan Reno yang memerah. Seketika dia langsung paham dengan apa maksud ucapan Oma Tiyas. "Astaga!" Pekik Marisa. "Apa lagi?" Reno kesal. Marisa menarik lengan Reno yang memerah. "Lihat lenganmu, bodoh!" Katanya sembari menunjukan lengan Reno yang terkena cakar oleh kuku Marisa. "Mampus gue! Oma Tiyas pasti mikirnya gue sama lo udah ngapa-ngapain." Marisa menggelengkan kepalanya, dan mengetuk meja sebanyak tiga kali. "Amit-amit jabang bayi." "Hey!" Teriak Reno setelah paham dengan apa yang dimaksud oleh Oma, dan perlakuan Marisa yang jijik seperti itu. "Haha. Mereka itu romantis sekali, sudah seperti Oma dan Opa dulu saja." Oma Tiyas tertawa pelan. "Ih, Oma. Apanya yang romantis, sih? Mereka justru malah seperti pasangan gila."

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
318.4K
bc

Too Late for Regret

read
358.0K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.8M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
151.8K
bc

The Lost Pack

read
468.0K
bc

Revenge, served in a black dress

read
158.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook