"Bunda tidak habis pikir dengan kamu, Sya. Suami selingkuh kamu malah sibuk belanja? Naik motor pula? Kamu tidak takut hilang atau jatuh gitu?" keluh Selena, menghempaskan punggungnya di sandaran sofa. Ia juga memijat pelipisnya karena pusing melihat cara Syakila berpikir dan menghadapi masalah. Ya, meskipun ini sudah bisa ditebak semenjak Alvin mengatakan Syakila kabur dari rumah. Tapi tetap saja Selena uring-uringan dengan sifat putri sulungnya itu. Coba bayangkan, disaat rumah tangganya disusupi oleh seorang wanita dari masa lalu sang suami, Syakila justru pergi dari rumah dari pagi, tanpa memberitahu siapapun, dan pulang-pulang menenteng banyak belanjaan dengan wajah datar seakan tidak terjadi apa-apa. Selena tidak bisa mencerna begitu saja. "Ya, mau gimana lagi, Bun. Aku mau nang

