"Cantiknya Bunda sudah bangun?" Selena segera menyongsong kedatangan Syakila. Merangkul dan menuntunnya untuk duduk di meja makan. "Bagaimana tidurnya?" tanya Selena seraya menata makanan di meja. Dengan cekatan ia meraih piring dan mengambil nasi goreng seafood kesukaan Syakila, yang sama dengan kesukaan Alvin. Namun, di pagi yang cerah ini Selena hanya memasak untuk Syakila. Untuk Alvin ia tidak peduli karena ada Misbah di dapur. "Nyenyak banget, Bunda. Rasanya semua beban yang menghimpit dadaku terasa sangat ringan, Bunda. Setelah bercerita banyak hal dengan Bunda tadi malam. Makasi banyak ya, Bun." Baru saja Syakila ingin meraih sendok untuk makan, ia kembali bangkit dan memeluk Selena. Tempat ternyaman baginya untuk pulang. Andai saja semuanya berjalan seperti yang awal, ten

