"Bunda tunggu di luar dulu, ya, aku ingin berbicara dengan papa dan Alvin," bisik Syakila pelan. Mengusap lengan Selena yang sedari tadi tidak mengizinkannya untuk masuk ke ruang rawat Alvin. Jangankan untuk masuk, datang ke rumah sakit saja Selena sudah mati-matian melarang. Tapi Syakila terus merengek dan memohon agar bisa datang meskipun tidak bisa melihat dari dekat. Hanya dari luar saja dan setelah itu harus pulang. Akan tetapi, saat melihat Alvin yang tergolek lemah di ranjang rumah sakit dengan infus yang tertancap di punggung tangannya, Syakila merasa iba. Terlebih lagi ada beberapa luka lebam yang menghiasi wajah Alvin. Tidak tahu apa saja yang dilakukan Adnan kepada putranya sendiri. Sampai-sampai Alvin tidak sadarkan diri dan masuk rumah sakit. Disaat Alvin terbaring, Adnan j

