"Katakan!" ucap Alvin dengan ketus. Meminta Vino segera mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Ia tidak ingin pembicaraan berputar-putar karena tidak sabar menunggu apa yang ingin diucapkannya. Apalagi ini menyangkut Syakila. Pergi ke bandara mengantarkan sang ibu dan Rachel, seharusnya sudah kembali satu setengah jam yang lalu, tapi Syakila baru muncul. Sekarang? Vino malah ingin mengajaknya berbicara. Ada apa? Kenapa? berputar-putar di dalam otak Alvin. "Tuan, maaf. Sungguh saya tidak memiliki niat untuk membawa istri tuan untuk berkeliling. Hanya saja, tadi nona ingin menenangkan pikiran dan meminta saya untuk mencari tepian laut atau bukit. Jadinya tadi saya mampir di kebun sayuran yang ada di lereng bukit, satu jalur dengan tambang yang baru." Vino menjelaskan secara lengkap kem

