Kesal dan gemas bercampur menjadi satu di diri Syakila. Saat mengingat dirinya tidak bisa menolak keinginan segala keinginan Alvin. Padahal ia sudah mati-matian meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan Alvin. Tapi, nyatanya apa? Ia selalu luluh dan menuruti segala keinginannya. "Sya, sudah, ya. Jangan lagi banyak bicara dan tingkah. Jangan lagi ini dan itu agar kamu bisa jauh dari Alvin," keluh Syakila pada pantulan dirinya di cermin kamar mandi. Meminta dirinya untuk kembali seperti Syakila yang dulu, tidak mudah luluh hanya karena bujukan pria. "Oke, Sya. Kita mulai lagi dari awal. Kamu harus lebih kuat dan berpendirian. Masak baru beberapa hari kamu udah luluh gini?" Syakila mengacungkan jari telunjuk ke depan cermin. "Sya, ini peringatan terakhir bagimu. Jangan p

