Syakila hanya diam. Duduk di pojok sendirian, menyimak pembicaraan ibu mertua dan suaminya. Mendengarkan segala alasan Rachel dan gombalan mautnya. Ia sebagai tempat curhat Rachel selama ini tentu saja tahu secara lengkap apa yang dirasakannya. Apa yang dikatakannya tentang Alvin selama ini. Namun, Syakila hanya menjadi pendengar yang baik.. Tidak ada sedikitpun niatnya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ia juga tidak terlalu berharap rumah tangganya dengan Alvin tetap utuh seperti sekarang. Karena hingga detik ini ia masih utuh dan tentu saja tidak rugi jika Alvin menceraikannya. "Aku menyesal telah lari dari pernikahanku dan Alvin, Ma," ujar Rachel tanpa ada keraguan sama sekali. Seakan Ia tidak pernah menceritakan apapun kepada Syakila, yang kini menyimak segala ucapanny

