"Aku tidak percaya diri, Vin," keluh Syakila. Menatap penampilannya di cermin. Baju kemeja lengan panjang Alvin, yang menelan habis tubuh mungilnya. Untuk bawahan, ia masih mengenakan celana jeans kemarin siang. "Kenapa tidak percaya diri? Di mataku kamu masih terlihat sangat cantik dan mempesona. Percayalah." Mengusap pucuk kepala Syakila. Dengan senyuman yang terukir di bibirnya. "Vin, aku serius. Jangan bercanda, deh kamunya." Bibir Syakila mengerucut sempurna. Ia tidak percaya dengan jawaban Alvin yang lebih cocok disebut sebagai gombalan bukan pujian. "Aku nggak bercanda, Sya." Alvin meletakkan dagunya di pundak Syakila. "Kamu tampak cantik meskipun berpakaian longgar seperti ini." "Percaya atau tidak, sepertinya aku harus tetap percaya kepada kamu. Ya, sudah. Kalau begitu a

