Bab 25

1056 Kata

"Ayah sama bundaku suka memanfaatkan tanah kosong yang ada di belakang rumah untuk menanam sayuran. Dan saat sayuran kami mulai tumbuh, memiliki daun hijau yang begitu segar, ulat selalu saja datang mengganggu. Menggerogoti daun-daun yang baru muncul, karena memang ulat adalah hama yang selalu muncul untuk merusak. Gatal dan bentuknya juga buruk rupa," ucap Syakila, sebelum Rachel berhasil menekan handel pintu. "Apa maksudmu?" Rachel berbalik. Berkacak pinggang menatap pada Syakila, yang perlahan mendekat ke arahnya. "Kira-kira apa? Kalau kamu sadar dengan posisimu saat ini, aku yakin kamu tidak akan pernah bertanya maksudku, Chel. Karena perandaian yang aku buat sudah sangat jelas. Tidak berbelit-belit sama sekali." Syakila tersenyum. Melewati Rachel yang semakin kesal saja dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN