Bab 24

1060 Kata

Percaya atau tidak. Pria yang selalu membuatnya marah dan kesal, kini justru tengah memeluk dirinya. Mencari tempat ternyaman agar bisa tidur dengan baik. Agar bisa istirahat dengan sempurna, berharap besok pagi akan sembuh seperti sedia kala. Anehnya, Syakila yang selama ini tidak ingin berdekatan dengan Alvin, kini justru membiarkan saja. Ia sama sekali tidak bergerak, apalagi meminta Alvin untuk melepaskan. Dari tengah malam tadi Syakila merasakan bagaimana rasanya berada di dalam pelukan Alvin, pria yang selalu membuatnya kesal setiap kali mereka bertemu. "Sya, terimakasih kamu telah mengorbankan waktu dan tenaga untuk merawatku," gumam Alvin pelan. Meskipun berat, ia tetap berusaha membuka kedua matanya agar bisa menatap wajah bantal Syakila saat bangun tidur. "Jangan berterim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN