Sebelum masuk ke kamar Syakila melihat ke kiri dan kanan. Memeriksa keadaan sebelum masuk dan istirahat. Meskipun ini adalah kali kedua baginya tidur bersama Alvin, tetap saja ia gamang dan canggung. Ya, meskipun sudah sah sebagai suami istri, tetap saja Alvin adalah orang lain dan menyebalkan pula. Namun, demi mentaati komitmen mereka, Syakila tetap masuk. Melangkah dengan pelan, tatapannya memindai seisi kamar Tampak biasa, seperti kamar pria pada umumnya. Kamar yang didominasi warna putih dan silver, serta banyak foto wanita yang terpampang di sana. Syakila tersenyum tipis. Mengejek Alvin yang begitu mencintai Rachel hingga banyak foto yang bergelantungan di sana. Seakan suaminya itu sangat memuja Rachel dan ingin setiap detik bisa melihat wajahnya. Dan rasanya semakin tidak ny

