"Kamu sedang apa?" sapa Alvin saat melihat Syakila berdiri di depan pintu kamarnya. Dengan telinga yang menempel di pintu kamar. Siapa pun pasti tahu apa yang kini sedang dilakukan Syakila. Menguping keadaan di dalam untuk mencari informasi yang akurat. "Sedang mendengar apakah di dalam sana kamu dan Rachel main kuda-kudaan atau tidak. Kalau iya, rencananya aku akan menyeret dan melemparkan kalian dari balkon." Mata Syakila menyipit. "Mau ngilangin seperti yang malam itu, ya? Nikahnya sama aku kuda-kudaan sama Rachel?" Alvin tersentak. Mendengar ucapan Syakila yang tidak pernah ia duga sama sekali. Kuda-kudaan? Bagaimana bisa gadis itu tahu apa yang ia dan Rachel lakukan. Bukankah malam itu hanya mereka berdua yang tahu. Itu pun …. "Jangan sembarang bicara, Sya. Tidak baik menuduh

