Syakila mengerjap. Menatap Alvin yang kini masih terlelap dalam tidurnya. Ia terlihat tampan dalam mode hening seperti sekarang. Tidak ada mata dengan tatapan sangat tajam. Tidak ada senyuman sinis yang membuat nyali menciut. Semuanya tampak berbeda pagi ini. Ingin rasanya Syakila melihat Alvin dalam keadaan tidur saja dibandingkan dengan keadaan sadar, yang membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas setiap detail wajah Alvin. "Oh, astaga …," gumam Syakila saat melihat jam yang menggantung di dinding. Pukul enam pagi. Di mana langit sudah terang dan sebentar lagi Alvin akan pergi bekerja. Sebagai istri tentu saja ia harus mengemasi seluruh kebutuhan Alvin. Tapi, ia masih saja berada di ranjang menatap wajah tampan sang suami. "Nanti saja. Hari ini aku tidak ada keperluan ke kantor j

