Bab 39

2005 Kata

"Dari awal Ibu sudah katakan. Jangan berharap lebih dan tahu diri." Misbah yang tengah menyapu di teras rumah, menyindir Vino yang sedang memanaskan mobil di garasi. Niatnya untuk membuat kopi untuk menemani paginya berujung patah hati. Dan sayangnya malah ketahuan oleh sang ibu. Meskipun saat Misbah dan Vino bertemu saat pria itu berbalik badan, tapi tetap saja air wajahnya sudah bisa mengatakan dengan baik apa yang barusan dilihatnya. Terlebih lagi saat Misbah melintasi pintu dapur, ia melihat sekilas Alvin yang tengah memeluk Syakila. Dengan begitu, Misbah semakin yakin dugaannya benar. Vino menggeleng pelan. "Aku tidak pernah berharap lebih,Bu. Hanya saja rasa kagum ini tidak dapat hilang begitu saja. Dan jujur, aku sudah berusaha keras untuk melupakannya. Tapi, tetap saja gagal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN