Bab 44

1517 Kata

"Hai, apa kabar kamu?" sapa Syakila saat panggilannya tersambung dengan seseorang. Ia juga mengulas senyum, meskipun yang bersangkutan tidak bisa melihat apa yang tengah dilakukannya. "Hai juga, Kak. Kabarku baik. Kakak bagaimana?" balas seseorang di ujung panggilan. "Baik, Dewa. Sangat baik malahan. Kamu nggak kuliah?" Sedikit berbasa-basi sebelum menyampaikan apa tujuannya kepada pria bernama Dewa, yang tidak lain adalah adiknya sendiri. "Apa yang pria itu lakukan padamu?" tuduh Dewa langsung tanpa menunggu Syakila menceritakan apa yang membuatnya tiba-tiba saja menghubungi dengan nomor baru. Melakukan spam pesan dan panggilan agar ia segera merespon panggilan darinya. Bukan hanya itu, suara Syakila yang terdengar bergetar sudah menunjukkan ada yang tidak beres dengan kakaknya it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN