"Aku berangkat dulu," ucap Alvin. Meraih tangan Syakila agar mencium punggung tangannya. "Vin, jangan bercanda deh." Syakila mengalihkan tatapannya ke arah lain. Agar Alvin tidak bisa melihat wajahnya yang tengah merona merah. "Siapa yang bercanda sih, Sha. Katanya mau coba?" Alvin mengedipkan sebelah matanya. Menggoda Syakila, persis seperti yang biasa dilakukannya. "Mulai kamu. Baru juga baikan. Baru juga kita berkomitmen. Ini udah main usil aja. Aku batalin saja semua ini," gerutu Syakila seraya melepaskan tangan Alvin yang menggenggam tangannya. "Sya," panggil Alvin pelan. Meraih tangan Syakila dan memeluknya. "Terima kasih atas kepercayaanmu." Syakila tertegun. Menahan nafas, lupa cara menghirup oksigen. Tepat saat Alvin membawanya ke dalam pelukan. Memeluknya dengan erat,

