Syakila menghela nafas. Telinganya terasa panas mendengar bisik-bisik para pekerja, yang berlalu lalang di depan dapur umum, yang kini digunakannya untuk memasak. Ia lumayan tidak nyaman mendengar pembahasan yang tengah mereka bicarakan. Tentang dirinya dan Vino, yang pergi melihat perkebunan kemarin sore. Sayup terdengar mereka mempertanyakan tentang apa yang membuat Vino berani membawanya untuk pergi. Berduaan pula. Itu yang membuat mereka curiga dan menghadirkan banyak pertanyaan. "Kalian kalau mau tahu, langsung saja bertanya kepadaku. Jangan banyak bacot ataupun gosip. Kalian itu pria atau wanita, sih? Bisa-bisanya ngerumpi? Aku laporkan ini ke Alvin, baru tahu rasa!" sergah Syakila, seiring dengan suara pecahan kaca di lantai. Akhirnya, setelah beberapa lama mendengar dan menaha

