"Kamu dari mana?" gumam Syakila pelan.. Berusaha membuka matanya yang masih sangat berat, agar bisa menatap Alvin yang baru saja masuk ke kamar. Tidurnya tiba-tiba terusik karena mendengar suara pintu yang terbuka. Dan kini ia berusaha keras untuk bangun agar bisa berbicara dengan Alvin, termasuk untuk menanyakan bagaimana keadaannya. Ia juga ingin meminta maaf karena meninggalkan Alvin untuk tidur, bukan sebaliknya. "Cuma menggoreng ayam ini untukmu," sahut Alvin seraya meletakkan nampan berisi ayam goreng dan nasi hangat di meja. "Kemarilah. Kamu harus makan dulu, Sya. Takutnya nanti kamu malah masuk angin dan sakit." Syakila menggeliat, meregangkan otot-ototnya dan bersiap untuk beringsut, duduk. Akan tetapi, rasa dingin saat ia menyingkap selimut membuatnya urung untuk duduk. Ia k

