“Sayang, maafin aku. Kamu kenapa?” Wajah pria tampan itu berubah murung melihat istrinya masih memejamkan mata, tangan dingin sang istri tak pernah ia lepaskan dari genggaman. Sebelumnya juga penata rias sudah melepaskan segala assesoris yang melekat pada tubuh Delya, termasuk pakain yang kini sudah berganti menggunakan piyama tidur. Awalnya Gibran ingin segera membawa istrinya kembali ke kamar hotel yang sebelumnya sudah mereka tempati untuk beristirahat, pria itu berpikir agar sang istri bisa mendapat tempat yang lebih nyaman. Namun, niat itu ia urungkan saat dirinya meminta agar Kimi menghubungi pihak gedung untuk mengirim tenaga kesehatan agar memeriksa sang istri. Berselang dua puluh menit, Delya sudah mendapatkan pemeriksaan. Tak ada hal serius, wanita itu hanya kelelahan dan keku

