bc

Tiga Kata Untukmu

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
HE
stepfather
heir/heiress
pack
small town
like
intro-logo
Uraian

Azura Rahmawati,gadis tomboy berusia 24 tahun. Dia berpacaran dengan Gilang sudah 8 tahun. Hubungan Azura dan Gilang sudah di ketahui dan di setujui orang tua masing-masing.Azura sangat mencintai Gilang. Hingga suatu hari,Azura mengetahui kalau Gilang hanya memanfaatkan dan mempermainkan cintanya sejak awal. Sakit hati karena Gilang dan calon mertuanya,membuat Azura nekad pergi dari kehidupan Gilang tanpa mengatakan apapun.

Dari Jakarta,Azura merantau ke kota kecil,Garut di Provinsi Jawa Barat. Di perantauan,Azura bertemu dan berkenalan dengan pria muda blasteran Turki-Indonesia,namanya Arash Derya.Kedekatan Azura dan Arash,menumbuhkan bibit cinta di hati keduanya hingga mereka sepakat untuk menikah. Tapi,Gilang datang dengan rasa sesal dan menawarkan kembali cinta yang besar saat mengetahui Azura akan menikah dengan pria lain.

'' Maafkan aku,Ra. Aku menyesal,selama ini aku tidak menghargai cintamu. Aku cinta kamu dan aku tidak rela,kamu nikah dengan pria lain. '' ucap Gilang.

'' Selama itu juga,aku menyesal karena terlambat mengetahui penghianatanmu,Lang. Aku benci kamu! '' teriak Azura.

Apakah Azura akan menikah dengan Arash atau kembali menerima cinta Gilang?

chap-preview
Pratinjau gratis
TERPAKSA PERGI
'' Ma,aku pergi dulu. Gilang minta di jemput di Bandara. '' '' Sekarang masih jam 2 siang,Ra. Bukankah Gilang akan sampai sekitar sore? '' tanya Mama Sinta. '' Keburu macet,Ma.Aku buru-buru. Bye,Ma. '' Aku meraih tangan Mama lalu mengecupnya. Aku masuk ke dalam mobil lalu menyetir dengan kecepatan sedang. Beruntung,jalanan menuju Bandara tidak begitu macet. Saat memarkirkan mobil di parkiran Bandara,dari kaca spion aku melihat dengan jelas sosok kekasihku baru saja keluar dari pintu bandara sambil menyeret kopernya. Aku tersenyum bahagia. '' Loh,dia udah nyampe aja. Sekarang baru jam setengah empat. Katanya jam 5 sore. '' Aku mematikan mesin lalu keluar dari mobil dan dengan perasaan gembira menghampiri kekasih yang sudah satu minggu tidak ku temui. Baru 3 langkah,aku langsung berhenti. Di depan sana,kekasihku mendekat dan memeluk seorang wanita yang baru keluar dari mobil sedan berwarna merah. '' Siapa wanita yang Gilang peluk? '' gumamku. Aku berlari ke arah mobil itu,tapi terlambat. Mobil itu sudah melaju dan membawa Gilang pergi. Aku mengambil handphone dari tasku lalu menelepon Gilang. Tut Tut. Handphone Gilang tidak aktif. Entah apa yang ada dalam pikiranku saat itu. Aku segera masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin kembali. Aku mengikuti mobil yang membawa Gilang,kekasihku. '' Ini kan,arah ke rumah Gilang. Apakah wanita itu sodaranya Gilang? '' Aku masih berpikit positif dan meyakini bahwa wanita itu adalah saudaranya Gilang yang belum aku kenal. Aku menghentikan mobilku tepat di depan rumah calon mertuaku karena mobil yang Gilang tumpangi sudah berhenti di garasi rumahnya. Aku melihat Gilang dan wanita itu keluar dari mobil. Ada yang aneh dalam pandanganku. Gilang sempat mencium kening dan pipi wanita itu dengan mesra lalu mereka bergandengan tangan dan masuk ke dalam rumah. Otak kecilku mencerna yang aku lihat barusan. Dengan rasa penasaran,aku keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu rumah calon mertuaku. Dari dalam rumah,aku mendengar percakapan keluarga Gilang. '' Apa kabar,Hana sayang? '' tanya Mamanya Gilang. '' Baik,Tante. Sudah hampir 3 bulan kita tidak bertemu. Hana rindu sekali sama Tante dan Om. '' '' Heleh,paling juga rindunya sama Gilang. Hihi. '' ledek Mamanya Gilang. '' Ma,Pa.. Aku titip Hana. Aku takut,Azura udah sampe di Bandara. Aku kan minta dia untuk jemput aku. '' ucap Gilang. '' Sayang,sebentar lagi kita akan menikah. Aku harap,kamu segera memutuskan Azura! '' titah Hana. '' Sabar ya Hana sayang. Gilang pasti akan mutusin gadis tomboy itu. Gilang tidak mencintai gadis tomboy itu. Tante dan Om membiarkan Gilang berpacaran dengan Azura selama 8 tahun karena perusahaan Om banyak di bantu oleh Papanya Azura. Sekarang,perusahaan Papanya Gilang sudah maju pesat,jadi kami tidak butuh bantuan Azura lagi. '' timpal Mamanya Gilang. '' Hana bersabar dan bertahan selama 8 tahun karena Hana sangat mencintai Gilang,Tante. '' ujar Hana. '' Gadis bodoh itu tergila gila sama kamu,Gilang. Ini saatnya kamu putusin dia dan batalin rencana pernikahanmu dengan Azura. Papa ingin lihat wajah terluka Hansel dan Sephia saat putrinya kamu tinggalkan. Kamu hanya cocok bersanding dengan Hana,putri tunggal Tuan Alex,bukan Azura si gadis tomboy yang tidak tau cara berpenampilan anggun. Haha.. '' ucap Papanya Gilang di akhiri dengan tawa lepas. '' Iya Pa. Sudah cukup bagiku berpura-pura mencintainya. Aku hanya mencintai Hana dan hanya akan menikah dengannya. Aku pesan taksi dulu. '' ucap Gilang. Aku meremas d**a. Hatiku hancur berkeping keping. Mataku terasa panas. Ternyata,selama 8 tahun ini aku hanya di manfaatkan dan di hianati oleh pria yang aku cintai sepenuh hati. Dan yang lebih membuat aku sakit,aku di anggap gadis bodoh oleh mereka. '' Kamu jahat,Lang! '' gumamku. Sebelum Gilang keluar dari rumahnya,aku berlari cepat menuju mobilku. Dengan tangan gemetar,aku memutar kunci dan menginjak gas,dan melajukan mobilku dengan cepat. '' Jadi selama ini,kamu hanya pura-pura mencintai aku? Dan orang tuamu,pura-pura baik sama aku karena ingin memanfaatkan aku? Aku memang bodoh,bodoh! Apa yang harus aku katakan pada Mommy dan Daddy? Mereka sangat percaya sama kamu,Gilang. Mommy dan Daddy pasti sedih dan marah kalo tau Gilang hanya pura-pura mencintaiku. Tidak! Sebelum Gilang memutuskanku,aku yang akan memutuskan hubunganku dengannya. '' Aku terus menangis,hatiku sakit sekali. Aku selalu memberikan apapun yang Gilang minta,bahkan karena bujukanku,Daddy menyetujui untuk membantu perusahaan Om Wildan,Papanya Gilang saat perusahaannya sedang kolaps. Aku terus memikirkan cara,supaya aku bisa mengatakan sesuatu tanpa menyakiti perasaan kedua orang tuaku. Sebuah ide tiba-tiba muncul di benakku. Sebelum masuk ke dalam rumah,aku mengelap sisa air mataku dengan tissue. '' Koq sendirian? Gilang ga jadi di jemput? '' tanya Mommy. '' Udah,Mom. Aku langsung pulang,karena kepalaku sakit. Aku ke kamar dulu,Mom. '' Aku masuk ke kamar dengan santai supaya Mommy tidak curiga kalau diriku sedang bersedih. Saat selesai makan malam,aku mulai bicara pada Mommy. '' Mom,aku mau batalin rencana pernikahanku dengan Gilang. '' Mommy dan Daddy tampak terkejut. '' Kenapa mau di batalin? Kalian sedang mempersiapkan acara itu,kan? '' tanya Mommy. '' Aku rasa,aku belum siap menikah saat ini. Makin kesini,aku merasa banyak ketidak cocokan antara aku dan Gilang. Daddy sama Mommy ga marah kan,kalo aku tidak jadi menikah dengan Gilang? '' '' Kalo kamu memang belum yakin sama Gilang,Daddy ga akan marah,sayang. Kamu,putri Daddy satu-satunya. Menikahlah kalo kamu sudah yakin dengan laki-laki pilihanmu! Apa kamu sudah membicarakan ini dengan Gilang? '' tanya Daddy. Aku mengangguk pelan. Mommy dan Daddy memandangku dengan lekat. '' Kamu koq bicara begitu? 8 tahun kalian bersama,apakah kalian sedang ada masalah? '' tanya Mommy. '' Tidak ada,Mom. Ya udah,aku ke kamar dulu Mom. '' Aku kembali masuk ke dalam kamarku. Handphone yang aku taruh di nakas terus berdering. '' Udah malam gini,dia baru ingat untuk telepon aku? '' Aku abaikan panggilan masuk dari Gilang. [ Sayang,aku tungguin kamu di bandara sejak sore. Aku telpon,handphone kamu tidak aktif. Aku sudah di rumah sekarang,pulang naik taksi. Aku kangen banget sama kamu. ] isi pesan dari Gilang. [ MAAF. AKU INGIN KITA PUTUS! ] pesan balasanku. Aku mematikan handphone lalu merebahkan tubuhku di atas kasur,isi otakku sudah di penuhi berbagai rencana. Pukul 5 pagi. Di Terminal Kampung Rambutan. Aku duduk di jok paling depan,tepatnya di barisan kiri di salah satu Bus Antar Kota,Jakarta - Garut. Para penumpang kebanyakan laki-laki dan memilih jok tengah dan belakang. '' Garut.. Garut... '' Suara kernet bus berteriak memanggil penumpang dan jok di dalam bus hampir terisi penuh. Bus mulai melaju keluar dari Terminal. '' Garut,A? Garut,Teh? '' tanya kernet dengan suara keras. Di daerah Pasar Rebo,ada penumpang yang naik dan duduk di samping aku karena hanya jok itu yang masih kosong. Tanpa melirik ke samping,aku memasang headset dan memutar lagu dari aplikasi musik yang ada di handphone ku. Aku memejamkan mata bukan karena mengantuk tapi karena aku mengingat Mommy dan Daddy. ' Maaf Mom,Dad. Aku harus pergi dulu supaya kalian tidak melihatku bersedih. ' Aku,Azura Rahmawati dari Jakarta Timur. Di umurku yang sudah menginjak 24 tahun,jujur saja aku belum pernah naik kendaraan umum. Norak atau sombong? Aku memang belum pernah naik bus antar kota,sejauh ini. Aku memiliki mobil jeep wrangler yang selalu menemani kemanapun aku pergi,baik di dalam kota ataupun keluar kota. Jadi ini adalah pengalaman pertamaku menaiki bus umum menuju Kota Garut. Sekitar pukul 2 siang,aku turun dari bus dan menginjakkan kakiku di Terminal Garut. '' Garut,aku datang! '' seruku dalam hati.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Kali kedua

read
220.9K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook