Amelia tidak mengerti, kenapa Tuhan selalu saja memberikan hasil yang buruk pada setiap usahanya. Sejauh ia melangkah, meski mulai dari merangkak pun sang kuasa tetap tak memberi berkah. Gadis itu menatap langit kamar dengan pandangan mata yang kosong, seolah jiwanya dibawa pergi oleh malaikat maut. Kedua kali dalam hidupnya, ia melihat kecelakaan hebat. Tentu membawa trauma datang kembali. “Jangan kau pikirkan, Mel?” Samuel memberikan ponselnya kepada Amelia“... dia hanya terluka, kau tak perlu risau.” Amelia melirik sekilas, menerima ponsel itu. Terdapat berita mengenai Dave bahwa dia telah dibawa ke rumah sakit. Air matanya pun mengalir, terisak cukup keras karena nyawa Dave masih tertolong. Gadis itu menangis pilu cukup lama karena merasa gagal telah membuat Dave terluka. "Ak

