Dian menatap laki-laki tersebut dengan tidak percaya “kenapa harus bertemu dia lagi, setelah sekian lama dan aku hampir melupakannya…kenapa??” ucap Dian dalam hati, matanya sudah memerah dia ingin menangis tapi di tahan dengan sekuat hati. Kemudian Dian tersadar lalu dia pergidari hadapan laki-laki itu, dia mau melihatnya lagi apalagi kalo harus bertegur sapa.
Setelah eberapa langkah laki-laki itu emanggilnya “Dian” panggil laki-laki tersebut, Dian tidak mau menoleh dia melanjutkan langkahnya tanpa ada keinginan untuk melihat orang yang memanggilnya….
Laki-laki tersebuta adalah Arga, orang yang pernag sangat Dian cintai, tapi dengan begitu kejamnya menikah dengan perempuan lain dan meninggalkannya. Padahal dulu mereka sempat berencana untuk menikah, saai itu Dian tidak ada niat untu kuliah, dia ingin lulus SMA bertunangan dan kemudian menikah, tapi sayang rencana itu hancur. Akhirnya Dian memutuskan untuk kuliah dan menjauh dari Arga. Dian mengatakan keinginannya untuk kuliah di kota pada orang tuanya dan orang tuanya pun setuju. Hinnga akhirnya dia bisa kuliah di kota.
Di kampunya dulu menikah setelah lulus SMA adalah hal biasa banyak temannya pun yang menikah setelah lulus sekolah.
"Dian tunggu" Kembali terdengar panggilan dari Arga, Dian tidak merespon dia tetap melangkah. Hingga sebuah tangan memegangnya dengan erat.
"Dian" Suara Arga lembut "bisa kah kita bicara" Lanjut Arga
"Bicara apa, kurasa sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, jadi tolong lepaskan tangan ku" Sahut Dian dengan bibir bergetar
"Kumohon Dian, mari kita bicara" Kata Arga sedikit memaksa
"Dian, ternyata di sini aku nyari kamu dari tadi" Kata Meta tiba-tiba muncul "sudah ketemu belum buku yang dicari" Lanjutnya
Dian menepiskan tangan Arga sampai terlepas dia merasa terselamatkan dengan datangnya Meta "belum" Sambil mendekat ke Mega "kita pulang saja yu, kepalaku mendadak pusing" Lanjutnya
Dian sudah tidak berselera lagi untuk mencari buku
"Baiklah, mari kita pulang saja, kalo kamu merasa sakit, besok-besok kita bisa cari buku lagi, sekarang kita cari Yola dulu lalu pulang
" Ayo" Kata Dian sambil berjalan meninggalkan Arga yang terus memandanginya.
Setelah bertemu Yola akhirnya mereka pulang, Yola bertanya kenapa mereka harus pulang buru-buru, dan Meta pun menjelaskan kalo Dian sakit Yola pun setuju untuk pulang
"Di bagaimana sekarang dengan sakit kepalamu? Tadi laki-laki siapa yang memegangi tangan mu yang tadi aku lihat saat ditoko buku? " Tanya Meta ke Dian
Dian terdiam sejenak " Dia tetanggaku di kampung" Jawab Dian
"Tapi kenapa kalian seperti orang yang sedang bermusuhan, biasanya kalo orang yang di kenal bertemu di daerah orang itu suka bahagia, kamu terlihat tidak senang" Kata Meta bertanya kembali
"Tidak apa apa aku hanya kaget saja bisa bertemu orang yang di kenal di sini" Jawab Dian
"Ya sudah sekarang mending kamu istirahat tidur, biar besok pagi sakit kepala mu sdah sembuh" Kata Yola di antara obrolan Meta dengan Dian