Teror Malam Selanjutnya

1155 Kata

"Sarah ... !" Terdengar suara yang begitu lembut dan tipis, seakan dekat sekali dengan daun telingaku. Ini seperti gaya seseorang yang sedang berbisik. Aku pun mendengarkannya dengan jelas, dalam gelisah. Yakin bahwa aku tidak merasakannya seorang diri, aku langsung menatap kak Sarah. Benar saja, ia juga merasakan dan melakukan hal yang sama denganku. Kami pura-pura tidak dengar, lalu membalikkan seluruh tubuh dan mencoba menutup mata. "Saraaah ... !" Dia terus menerus memanggil nama kak Sarah. Di dalam perasaan yang semakin tidak karuan, tiba-tiba aku merasa, angin dingin fokus di belakang pundakku. Aku pun membuka mata, sambil menghadap ke tembok. Seakan tampak samar-samar, aku bisa melihatnya. Gadis itu duduk di belakangku sambil terus menatap dingin ke arahku. Penasaran, aku s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN