(Teror)

2214 Kata

Sore menjelang magrib, kami tiba di rumah kak Sarah. Saat ini, rasanya aku adalah kak Sarah. Kamu sebadan, sejiwa, serasa, dan sepenglihatan. Tidak ada batasan seperti Annora dan Sarah. Tanpa banyak bicara, kak Sarah bergegas masuk ke dalam kamar tidur untuk melihat dan memastikan boneka yang ia lihat sebelumnya. Pertanyaan di dalam hatinya saat itu adalah apakah boneka itu benar-benar sama dengan yang dimiliki oleh anak-anak yang berada di taman bunga tadi. "Ya ampun, ini memang boneka yang sama dengan yang dipeluk anak tadi," ucap kak Sarah sembari terus memegang dan memperhatikan bekas robekan di lengan si boneka. "Sebenarnya siapa dia? Kenapa boneka ini sama persis dengan milik gadis kecil itu?" tanyaku kembali karena wajahnya tidak tampak jelas olehku. Bingung bercampur lelah, kak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN