Air mata masih menetes deras. Menjadi saksi perjalanan pertamaku menatap dunia gaib yang kelam. Ternyata, bukan hanya ada ketakutan di sana. Tetapi banyak juga cinta, kasih, sayang yang mengajarkanku bahwa sesungguhnya berbuat baik adalah jalan terindah agar terbebas dari bencana. Jika pun nasib naas masih menyapa. Itu artinya, Allah tengah menguji kita sangat berat agar sadar bahwa di dunia ini tidak hanya ada kita saja. Tapi juga mereka, dan makhluk lainnya. Allah juga selalu memperhatikan umatnya dan bersedia memberi pertolongan, jika kita meminta. Setibanya di dalam mobil, aku langsung menangis terguguh-guguh. Rasanya, hatiku begitu penuh. Aku seperti memiliki ikatan dengan Barsha, sosok yang ingin membunuhku dan selalu aku takuti. Kak Sarah menatap jauh ke depan. Ia melirik ke arah

