Akhir Dari Nama Barsha

2019 Kata

Malam terasa mencekam, angin tiba-tiba saja tidak terasa. Hanya ada suara deru napas dan jerit ketakutanku seorang diri. Sebenarnya aku sadar betul dengan apa yang terjadi, sejak awal. Tapi tidak mampu untuk menepis dan melawannya. Aku berteriak bersama perlawanan yang tak main-main. Meskipun dihantui ketakutan, aku terus berusaha untuk lepas dari cengkraman tangan dari sosok asing yang tidak terlalu jelas aku lihat. Sebab, gerakan ini begitu cepat dan ia menarikku seperti hanya menggerakkan sekantung sampah ukuran kecil. Tiba waktunya, kami berhenti di suatu tempat yang tidak aku kenali. Saat itu, sosok misterius tersebut tidak terasa lagi, ada di sekelilingku. Entah kemana ia pergi, yang jelas, aku merasa seorang diri. Sembari mengatur napas, aku menarik senter dan mencoba untuk mengh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN