Tiga hari berlalu setelah kematian si mbok. Banyak tanya di dalam hati kak Sarah dan aku selalu mampu mendengarkannya. Rasanya, ingin sekali membantu. Tetapi sayangnya, aku hanya seperti seorang penonton setia di hadapan film yang harus aku tonton hingga usai. Pagi ini, kak Sarah berdiri di muka cermin dan terus menatap boneka milik Tania dari dalam kaca tersebut. Ia seperti mulai menyadari mengenai sesuatu. 'Ada yang tidak beres di rumah ini.' Kata Kak Sarah sambil menatap dirinya sendiri. 'Pak Antok, dia harus mengantarkan aku ke suatu tempat!' Kak Sarah terlihat menggenggam kedua tangannya erat. Tak lama, kak Sarah bergegas keluar dari kamarnya untuk menemui pak Antok. Saat itu, ia berniat untuk diantarkan ke rumah mbah Anwar karena ingin mendapatkan jawaban atas dua pertanyaan di da

