Pukul 22.00 WIB. Kak Sarah duduk seorang diri di dalam kamarnya. Entah kenapa, ia belum juga menemui ibu di dalam kamarnya. Ia seperti enggan berdiri dan melakukan banyak hal. Wajahnya pun, terlihat sendu. 'Saraah ... Saraaah ... Saraaah ... .' Suara basah, tipis, namun menyayat hati, kembali terdengar jelas di telinga. 'Sudah cukup lama aku tidak mendengar suara-suara seperti itu. Malam ini, kenapa suaranya sangat berbeda? Kali ini terdengar renyuh dan pilu. Kenapa?' Tanya kak Sarah, sangat pelan. Bahkan, batinnya pun seolah ikut menangis. Kak Sarah berdiri dan memandang ke sekeliling. "Si Mbok ... apa itu si Mbok?" tanyanya sambil menangis. Ketika aku mendengar nada suara itu. Seperti ada banyak kerinduan yang sangat mendalam dari alunan tersebut, itulah yang dapat aku tangkap saat

