Aku masih duduk bersama pak Antok, untuk mendengarkan cerita tentang ayah. Pak Antok bilang, kalau semua ini seperti memang sudah waktunya, untuk tahu tentang semua kebenaran. Jika tidak, maka yang tersisa hanya tinggal ayah dan kebohongan saja. "Kemarin, waktu kita dari rumah mbah Anwar, kita semua kan sudah memakai kalung pemberian beliau. Termasuk bu Rima, jadi sudah sulit sekali buat makhluk gaib untuk mendekati apalagi mengganggu kita, Non." "Terus ... ," ucap kami penasaran. "Tapi tidak dengan tuan kan, Non? Tuan nggak pakai apa-apa. Jadinya ... maaf ya, Non! Tuan merasa diganggu oleh makhluk halus. Makhluk itu berusaha mengarahkan tuan untuk pulang. Maaf sekali lagi, Non. Mungkin roh itu ibu kandungnya Non Sarah," kata pak Antok dengan kepala tertunduk. "Kalau menurut tuan. Tua

