Udara lembab masih beradu. Sama seperti rasa takut yang tak usai, meskipun bencana dan musibah sudah dapat diatasi dengan baik. Rupanya, ayah tidak pernah meninggalkan putrinya. Yang ada, beliau terus menjaga dan selalu berdoa. "Ayah ... Ayah ... Ayah ... Ayah ... !" Terdengar suara kuat dari bibir, bahkan sampai tertarik kuat dan mengeluarkan darah segar dari garis bibir ranum tersebut. Ayah terkejut, tersentak, dan berusaha untuk membangunkan putrinya. "Sarah ... Sarah. Bangun, Nak! Ya Tuhan ... Dokter tolong anak saya!" pinta ayah dan itu terdengar di telingaku. "Ayaahh." Kak Sarah tersentak dan terduduk dengan napas yang terengah-engah. Aku dan dia, seperti baru saja bangun dari mimpi buruk yang begitu menakutkan. Aku dan kak Sarah memandangi sekeliling. Saat ini, ada ayah di sa

