Setelah kejadian itu, pak Antok membawa kak Sarah dan ayahnya ke rumah sakit. Sementara tante Rima, langsung berurusan dengan pihak yang berwajib. Awalnya, kondisi kak Sarah dinyatakan kritis. Namun selang beberapa jam, ia dapat kali pulih dan membuka kedua matanya. Sekitar pukul 14.30 WIB. Ayah berbaring di kursi sebelah ranjang kak Sarah. Tangan ayah memegang tangan kak Sarah dengan erat. Saat ini, tampak sekali jika rasa lelah dan kesakitan, tidak kuasa lagi beliau tahan. Sehingga, ayah pun terlelap di sisi kak Sarah. Perlahan, kak Sarah menoleh ke kiri. Ia menyadari bahwa ayah berada di sisinya dan sedang terlelap. Selain ayah, samar-samar ia juga melihat beberapa orang di dalam ruangan yang tengah berbaring dengan alat bantu kedokteran lengkap. Kak Sarah meluruskan pandangannya. I

