Udara malam yang dingin, kian hambar. Hanya ada ketakutan dan kesedihan yang dalam. Teriakan panjang seakan tiada artinya, sebab tertutup oleh suara lain yang mengganggu ketenangan. Saat tante Rima mencekik kak Sarah, sepertinya ia sudah tidak tahan lagi. Tetapi tiba-tiba saja, perempuan setengah gila tersebut, melepaskan tangannya dari leher kak Sarah. Dia mundur beberapa langkah, kemudian menangis tersedu-sedu. Tante Rima menggigit tangannya yang bergetar hebat. "Bukan ini yang aku inginkan ... aku tidak ingin menyakiti apalagi membunuh. Iya, aku hanya ingin dicintai dan mencintai," ucapnya sambil menahan diri dengan air mata yang tiba-tiba mengalir deras. Melihat tante Rima seperti itu, hatiku dan kak Sarah jadi tersentuh. Seolah aku melihat penyesalan di dalam dirinya. Dia terus mun

