Ibu keluar dari kamar, entah apa yang ingin ia lakukan. Sementara kak Sarah masih mendengar suara ayah dari jendela kamarnya. "Sarah, Sarah. Nak, tolong dengarkan Ayah, Sarah!" pinta ayah dengan suara yang lantang. Sayangnya, kak Sarah malah langsung menyusul ibu, tanpa mendengarkan perkataan dari ayah. Namun saat ingin keluar dari kamar, ibu malah bergegas masuk ke dalam kamar. "Sarah, ini kesempatan kita untuk pergi dari sini. Ayahmu masih di luar kan, Nak?" tanya ibu yang jarang sekali bersedia bertentang mata dengan kak Sarah. "Iya, Bu. Suaranya masih di jendela kamarku," jawab kak Sarah dan masih tampak sangat ketakutan. "Baik. Kalau begitu, ayo kita keluar sekarang, Sarah!" Aku mengikuti kak Sarah dan ibu yang bergerak dengan cepat menuju pintu keluar. Tetapi ayah sudah ada di

