Suasana hangat akibat cahaya matahari yang berhasil menembus pori-pori kamar, kini menjadi dingin. Semua berubah sekejap mata, seolah aku dan kak Sarah berada di tempat yang lain. Anehnya, kak Sarah pun juga dapat merasakan apa yang aku rasa. Apakah mungkin kami benar-benar terhubung di dalam penglihatan ini? Aku hanya terus berdiskusi pada diri sendiri, tanpa mampu berbuat lebih. Iya, ini seperti sedang menonton acara yang ditayangkan. Namun terasa lebih nyata dan berat. Sebab, emosional di dalamnya, terasa kental dan mampu menghanyutkan jiwa. Selang beberapa menit, kak Sarah yang tadinya berdiri tegak, tiba-tiba terlihat duduk lemas di atas lantai, di sisi pintu masuk. Kaki dan tangannya tampak menjadi lemah, mulutnya menganga, tubuhnya gemetaran, dan mengeluarkan banyak sekali kering

