Ibu

1152 Kata

Pagi harinya, semua orang berkumpul di ruang makan. Ibu tampak sangat ceria dan bebas dari beban pikiran. Saat itu, kak Sarah menatap ke arah beliau beberapa kali sambil berpikir sendiri. Sikap ibu yang tiba-tiba saja tampak plong, membuatnya heran. Ibu seperti bocah kecil yang tak memiliki beban pikiran. Benar-benar santai dan tenang dalam menikmati makan pagi. Padahal, sebelumnya ibu terlihat tertekan dan wajahnya selalu murung. 'Rumah ini semakin aneh.' Kata kak Sarah, seraya menyeruput s**u hangat buatan ayah. 'Si mbok di mana ya?' Belum habis pikirannya, ponsel ayah berbunyi beberapa kali. Di meja yang sama, ayah langsung mengangkat panggilan tersebut. Tampaknya, ayah tidak tahu tentang maksud dan tujuan dari si penelepon. "Iya, Aziz. Kenapa? Tidak, tidak ada. Sudah empat hari," k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN