"Mars," Panggil Koa yang sudah menunggunya di depan pintu gerba kediaman Mars. Gadis itu membawa sebuah kotak makan berukuran cukup besar di tangannya. "Mars, aku bawain kamu makanan." Kia tersenyum menghampiri Mars, meski ia tetap acuh seolah Kia tidak ada. Tapi Kia sudah tau sifat Mars, ia tidak lagi tersinggung dengan sikap acuh Mars. "Mars, kamu belum makan, kan?" Kia pun mengikuti Mars dari belakang, bahkan tanpa perlu dipersilahkan oleh Mars. "Lo nggak gue izinin masuk." Mars menoleh saat ia hendak membuka pintu rumah dan Kia masih saja mengikutinya. "Aku cuman mau ngasih ini aja." Kia mengangkat kotak makan yang dibawanya. "Gue nggak mau," "Mars, sudah pulang?!" Tiba-tiba terdengar suara Oma dari arah dalam dan hanya hitungan detik saja wanita paruh baya itu keluar. "O

