Mars menoleh ke arah depan pintu gerbang dimana ia pernah melihat Yuna. Tapi gadis itu tidak pernah terlihat lagi sejak terakhir kali mereka bertemu. Yuna sempat menangis waktu itu karena ketakutan, mungkin juga karena kejadian hari itu Yuna merasa enggan kembali bertemu. Mars menghela lemah. Baguslah jika Yuna tidak kembali datang karena sangat merepotkan. Tapi di satu sisi hatinya justru merasa ada perasaan yang mengganggunya, yaitu menunggu. Satu Minggu ini pikirannya sedikit terganggu karena seorang gadis bernama Yuna. Kini Mars akan kembali fokus pada teman-temannya dan kembali menyusun rencana penyerangan pada geng Timur. "Geng Timur belum terlihat ada pergerakan, tapi kita nggak boleh lengah. Bisa saja mereka merencanakan sesuatu dan menyerang kita tanpa aba-aba." Jelas Kevin.

