Alunan nyanyian ulang tahun mengalun nyaring di tengah taman yang sangat sepi. Jangan tanya apakah merdu suara si penyanyi, jelas tidak. Suaranya nyaring dan tidak beraturan. "Udah belom nyanyinya?" Tanya Mars setelah menunggu Yuna menyelesaikan nyanyiannya. "Udah, sekarang kamu boleh tiup lilinnya." Mars langsung meniup dengan satu kali hembusan saja. "Yah, kenapa langsung ditiup sih?! Kenapa nggak doa dulu." Protes Yuna. "Nggak usah Doa, gue nggak mau apa-apa." Yuna berdecak kesal. "Yaudah kalau kamu nggak mau doa, biar aku aja yang doa." Yuna memejamkan kedua mata dengan menyatukan kedua tangannya. "Udah," hanya sebentar, setelah itu ia kembali membuka matanya. "Kamu nggak mau tau aku doa apa?" "Nggak." "Ih,, masih aja judes." Keluh Mars. "Untung suka." Yuna kembali t

