"Dia siapa Mars," Mereka berdua kini duduk di depan teras rumah sementara Pak No menunggu di dekat pintu gerbang seperti seorang security. "Temen." "Bener, cuman temen?" "Kalau nggak percaya lo bisa tanya sendiri ke orangnya." "Nggak ah, nggak kenal." "Kenalan dong," Yuna hanya mengangkat kedua bahunya. "Lo mau minum apa?" "Yang manis dan enak pokoknya. Sekalian buat Pak No juga ya, kasihan dia kehausan apalagi harus ngadepin Mom nanti di rumah. Pasto butuh asupan energi yang banyak." Yuna mengerti kekhawatiran Pak No, bahkan lelaki paruh baya itu mempertaruhkan pekerjaannya hanya untuk memenuhi keinginannya bertemu Mars. Yuna janji akan melindungi Pak No dari amukan ibunya. "Tunggu bentar," Mars masuk kedalam rumah dan menghampiri Bi Mar yang tengah berada di dapur. "Bi

