Mars dan beberapa orang teman lainnya menjenguk Kevin di salah satu klinik. Kevin mendapatkan pertolongan dengan jahitan di tangannya. Sesekali Kevin meringis kesakitan meski berulang kali ia mengatakan tidak apa-apa. "Kita menang, mereka nggak akan bikin masalah lagi." Ucap Mars, setelah Kevin diperbolehkan pulang. "Syukurlah, akhirnya mereka mengakui kekuatan kita." Balas Kevin "Tapi untuk beberapa hari kedepan, Lo nggak boleh sekolah." "Asyuk!" Kevin tertawa lebar. "Bos yang ngerjain semua tugas gue kan? Gue anggap liburan aja." Serunya. "Dasar!" "Ngomong-ngomong gimana keadaan Kia?" Tanya Kevin. "Kia? Kenapa dia?" "Lo nggak tau kalau kelompok Timur nyangkanya Kia adalah cewek Lo?!" Mars mengerutkan kening. "Beberapa hari lalu geng Timur meneror Kia dengan mengirim bung

