Yuna menunggu di depan pos security. Waktu sudah menunjukan pukul tiga sore, tapi Mars tidak kunjung datang. Kemana perginya lelaki itu. "Pake acara nggak aktif segala lagi," Yuna kesal karena nomor ponsel Mars tidak bisa dihubungi. Tidak ada pilihan untuknya saat ini, selain menunggu karena untuk pergi menemui Mars di rumah atau sekolahnya sangat tidak mungkin. Maira menjaga ketat dirinya, apalagi setelah Pak No lebih memilih berpihak pada kedua orang tuanya. "Non dicariin Ibu," Pak No menghampiri Yuna yang masih berdiri di sebelah pos penjaga. "Nanti, Pak No." "Ibu bakal turun kalau Non nggak pulang sekarang." "Dia kenapa sih?! Aku pergi nggak boleh, aku disini aja nggak boleh. Bosen lama-lama di rumah terus. Aku udah mirip burung tau nggak!" Keluh Yuna dengan nada kesal. "Ib

