Tepat pukul sebelas malam, saatnya Mars untuk merebahkan tubuhnya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. "Mars!" Suara Oma memanggilnya dari luar. "Mars, buka pintunya!" Teriak Oma lagi. "Kenapa, Oma?" Dengan malas, Mars pun akhirnya membuka pintu. "Tolong Kia," Bahkan Mars tidak diberikan kesempatan untuk menolak, karena Oma langsung menarik tangan Mars keluar dari kamar. "Kenapa Oma?" Maria tidak menjawab, tapi ia segera menyeret Mars keluar dari kamarnya menuju halaman depan dimana Kia berada. Saat jarak semakin dekat, Mars melihat Kia tengah menangis dengan tubuh bergetar hebat. "Ayah," Lirihnya pelan. "Ayah pingsan, tolong Ayah." Kia kembali menangis. "Ayah Kia pingsan, Mars. Tolong panggilkan dokter terdekat." Mars pun menganggukan kepalanya, lantas me

