Desa Nglaggeran merupakan desa yang berada di Kabupaten Gunung
Kidul tepatnya di Kecamatan Patuk, Provinsi D.I Yogyakarta. Kawasan ini
dapat ditempuh sejauh 20 km dari pusat kabupaten. Desa Nglanggeran
berbatasan dengan Desa Putat di bagian selatan, bagain utara diketaui Desa
Nglanggeran berbatasan dengan Desa Ngoro-ro, bagian barat berbatasan
dengan Desa Salam, Bagian timur Desa Nglanggeran berbatasan dengan Desa
Nglegi. Desa Nglanggeran memiliki 5 dusun diantaranya, Dusun Nglanggeran.
Wetan, Dusun Nglanggeran Kulon, Dusun Karang Sari, Dusun Gunung Butak,
Dusun Doga.
Desa Nglanggeran memiliki berbagai potensi wisata salah satunya obyek
wisata Guning Api Purba Nglanggeran. Penaman Gunung Api Purba
diakibatkan pemebentukan gunung terserbut dahulunya dari pembekuan
magma yang terjadi di masa lalu sekitar 60 juta tahun yang lalu. Gunung Api
Purba merupakan gunung yang memiliki keunikan dan penampakan yang
indah. Gunung api purba merupakan habitat dari bebagai flora dan fauna. Baik
habitat dan kenampakannya perlu dilestarikan maka dari itu Desa Nglanggeran
beserta objek wisata di dalamnya di jadikan kawasan ekowisa. Junaedi (2017)
memaparkan, gunung api purba memiliki potensi yang besar untuk
dikembangkan sebagai salah satu tujuan ekowisata. Potensi Gunung Api Purba
sangatlah besar di jadikan kawasan ekowisata karena kenampakan yang unik
dan beragam flora dan fauna di dalamnya menambahkan daya tarik dari
Gunung Api Purba. Kenampakan yang bisa kita lihat disana yaitu mata air
purba, puncak Gunung Bagong, Gunung 5 Jari, Kawasan Perkemahan dll. Flora
yang dapat kita temui yaitu Anggrek, sedangkan Fauna yang dapat kita temui
diantaranya kera dan rusa. Dengan adanya kawasan ekowisata di Gunung Api
Purba ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat Desa
Nglanggeran yaitu peningkatan sosial ekonomi masyarakat Desa Nglanggeran
Kawasan gunung Api Purba dapat kita temui flora dan fauna yang dapat
dikatakan langka. Flora dan fauna langka diantaranya kera yang memiliki ekor
panjang dan tanaman yang dapat dijadikan obat yaitu tanaman tremas. Desa
Nglanggeran sendiri terdapat kegiatan bersih desa. Potensi- potensi yang
melimpah terutama di bidang pariwisata dapat menjadikan Desa Nglanggeran
menjadi desa wisata. Potensi Desa Nglanggeran sebagai desa wisata yang
bernama “Pesona Purba Nglanggeran” terdiri dari beberapa obyek wisata
diantaranya Gunung Api Purba Nglanggeran, Air Terjun, embung dan toko
oleh oleh. Desa Nglanggeran dalam perkembangannya menjadi desa wisata
diarahkan menjadi desa pendidikan dan desa budaya.
Desa Nglanggeran merupakan desa wisata yang berada di Kecamatan
Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa
Nglanggeran terletak di datarang tinggi tepatnya di ketinggian sekitar 200-700
meter dari permukaan laut. Luas wilayah Dea Nglanggerang 762,7909 hektar.
Jumlah penduduk Desa Nglanggeran sebesar 2.725 jiwa dengan kepala
keluarga sebanyak 689. Penduduk Desa Nglanggeran terdiri dari laki-laki
1.363 jiwa, dan perempuan 1.363 jiwa.
Potensi Desa Ngelanggeran sangatlah besar terutama di bidang
pariwisata. Kawasan Desa Nglanggeran terdiri dari obyek wisata Gunung Api
Purba Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kadang, Embung Nglanggeran, Griya
Coklat Nglanggeran. Ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung
diantaranya adalah mahasiswa geografi yang ingin melakukan penelitian. Hal
ini selaras dengan pendapat (Nurdin dkk., 2019) bahwa dengan pembelajaran
berbasis penelitian dapat meningkatkan berfikir kritis geografi siswa. Gunung
api nglangeran merupakan gunung api purba yang pernah aktif pada masa lalu,
tetapi sekarang sudah tidak aktif dan dapat dikatakan mati dan terosi.
Penampakan alam dari gunung api purba berbeda dengan gunung api yang
dapat kita lihat sekarang ini. Gunung api purba nglanggeran sendiri termasuk
dalam bentang lahan proses solusional (aktivitas pelarutan batuan) yang
didominasi oleh batuan sedimen organik hasil metamorphosis terumbu karang
berupa batu gamping yang membentuk topografi kasrt dengan bentukan yang
bermacam-macam seperti mengerucut, lembah-lembah, dan dinding karts
Embung nglanggeran merupakan tampungan air buatan yang digunakan
untuk mengari kebun uah durian dan kelengkeng.Pada dasarnya kawasan Desa
Nglangeran merupakan kawasan tandus dan kekurangan air. Hal ini
dikarenakan kawasan Kabupaten Gunung Kidul identic dengan bukit-bukit
berbatuan gamping yang biasanya dikenal dengan kawasan karst. Suryatmojo
(2006) menjabarkan sistem drainase kawasan karst sangat unik karena
didominasi oleh drainase bawah permukaan dimana sebagian besar masuk ke
jaringan sungai bawah tanah melalui ponor. Kondisi pengairan yang sulit tidak
membuat masyarakat sekitar kekeringan inovatif, masyarakat Nglanggeran
berusaha membudidaya tanaman durian dan kelengken, yang hasilnya nanti
dijual, dan pengariannya juga di buat destinasi wisata demi meningkatkan
perekonomian desa.
Ada pula destinasi wisata berupa air terjun kedung kadang yang berada di
selatan Gunung Api Purba dengan hamparan terasiring sawah dan berbentuk
undak-undak batuan vulkanik. Sayangnya air terjun ini hanya dapat di nikmati.
saat musim penghujan saja. Potensi yang besar di bidang pariwisata
dimanfaatkan warga desa membuat toko oleh oleh yang bernama griya coklat
nglanggeran.
Masyarakat Nglanggeran tergolong masyarakat yang berpendidikan
rendah dimana mayoritas masyarakatnya lulusan SD. Masyarakat yang
berpendidikan tinggi tergolong rendah. Hermawan (2016) memaparkan ditinjau
dari segi pendidikan dan usia masyarakat Desa Nglanggeran pendidikannya
masih minim, dimana 50% masyarakat berusia anatara 26 tahun sampai 45
tahun. Pendidikan merupakan faktor penting dalam pengembagan desa dan
aspek kehidupan yang paling penting.Dunia pendidikan merupakan indicator
yang kuat dalam indek pembangunan manusia atau IPM. Lestari W, dkk (2018)
menjabarakan adanya pengaruh signifikan terhadap faktor-faktor yang
mempengaruhi indeks pembangunan manusia merupakan indeks harapan
hidup, indeks pendidikan, indeks pendapatan. Kesiapan masyarakat Desa
Nglanggeran dapat dikatakan kurang maksimal jika pendidikan mayoritas
masyarakat Desa Nglanggeran masih rendah, hal ini dikarenakan perlu adanya
orang yang memiliki kualitas pendidikan baik demi mengembangkan wisata
Nglanggeran yang inovatif.
Pengaruh Desa Nglanggeran yang telah menembangkan potensinya
menjadi desa wisata berdampak baik bagi sosial masyarakat
setempat.pendapatan masyarakat yang mulanya hanya di sektor pertanian dan
pertenakan kini ditambah dengan pendapatan masyarakat dari sektor wisata.
Hal ini menandakan banyaknya lapangan kerja baru yang dapat mengurangi
pengangguran di Desa Nglanggeran. Sektor pertanian pun juga berkembang,
sekarang ini masyarakat Desa Nglanggeran dapat menamam buah duren dan
kelengkeng karena adanya perairan buatan yaitu embung nglanggeran. Sektor
pariwisata yang juga berkembang dimana masyarakat mulai mendirikan
homestay untuk penginapan wisatawan dan pusat oleh-oleh.
Pada dasarnya perubahan desa menjadi desa wisata dapat berdampak
pada harga bahan baku di wilayah daerah tersebut meningkat dan sumber daya
desa mulai dikuasai Investor luar. hal tersebut berbeda dengan kasus di Desa
Nglanggeran dimana harga bahan kebutuhan pokok masih normal, dan sumber
daya desa masih dikuasai oleh masyarakat lokal. Hermawan (2016)
menjabarkan kebutuhan pokk dan komoditas pendukung pariwisata masih
dapat tercukupi dari produk usaha dan pertanian lokal, sehingga pariwisata
tidak memberatkan perekonomian masyarakat lokal selaku tuan rumah
pariwisata.
Laju pembangunan fisik desa cenderung semakin cepat karena demi
meningkatkan penunjang desa sebagai desa pariwisata.Pemerintah desa
maupun kabupaten mendapatkan pendapatan tambahan melalui tiket masuk
pariwisata. Pengembangan Desa Nglanggeran menjadi Desa Pariwisata secara
umum berdampak baik bagi perkembangan sosial ekonomi masyarakat.
`Pembangunan pariwisata tak lepas dari indikator kesehatan dan keamanan
diamana indicator tersebut mempengaruhi kenyamanan wisatawan, dan suatu
hal yang akan dipertimbangkan dalam berwisata. Pengelola diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan kesehatan dan keamanan wisatawan. Hanifah N, dkk
(2018) menjabarkan pola perjalanan wisata biasanya perjalan dari loaksi awal
menuju lokasi tujuan, salah satu pola perjalanan wisatawan dimana
mempertimbangkan aksesbilitas menuju fasilitas kesehatan. Permasalahan
yang perlu ditangani di Desa Nglanggeran yaitu pendidikan yang rendah
dimana pemerintah harus mengambil kebijakan agar masyrakatnya memiliki
kesadaran tinggi di bidang pendidikan.Pemerintah juga harus meningkatkan
fasilitas pendidikan di Desa Nglanggeran. Menurut (Ikhsan dkk., 2018)
menjabarkan pemerintah dapat membuat program memberikan beasiswa bagi
anak anak dari keluarga yang tidak mampu, beasiswa bagi anak-anak
berpresasi tapi dari keluarga yang kurang beruntung, dukungan dari pemerintah
sangatlah diperlukan.
Gunung api purba nglangeran dinamakan Gunung api Purba karena
wilayah ini merupakan hasil bentukan proses vulkanik masa lampau yang
berumur Oligosen, yaitu lebih besar dari sekitar 42 juta tahun yang lalu, yang
tersusun oleh material vulkanik tua. Gunung Api Purba Nglanggeran sendiri
termasuk dalam bentang lahan asal proses solusional (aktivitas pelarutan
batuan) yang didominasi oleh batuan sedimen organik. Wilayah sekitar
gunung api purba merupakan kawasan karst yang memiliki penyerapan air
rendah, oleh karna itu kawasan ini termasuk kawasan sulit air. Kondisi sosial
ekonomi di sekitar kawasan gunung api purba, masyarakat setempat
memanfaatkan gunung api purba yang telah menjadi objek wisata, dengan
mendirikan profesi –profesi kecil, seperti toko oleh-oleh, penginapa, dan juru
parkir.
---
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak tujuan wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Hamparan pegunungan yang asri dan menawan sebagai tujuan wisata alam yang selalu memikat dan mendatangkan pengunjung wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Wisata menjelajahi alam sedang menjadi trend saat ini. Banyak wisatawan mancanegara maupun domestik sengaja berkunjung ke sebuah daerah untuk menikmati keindahan alam sekaligus menemukan keunikan budaya lokal masyarakat setempat. Aktivitas wisata pun tak lagi sebatas memenuhi kebutuhan rekreasi tetapi untuk studi lapangan dari kampus seperti saya (lumayan kan penelitian sekaligus refreshing hehe) selain itu dapat memberikan nilai lebih baik dari segi lingkungan, ekonomi dan sosial budaya.
Wisata alam seperti apa sih yang kamu inginkan? Apakah yang bisa live in, camping, outbound, menikmati sunset dan sunrise, climbing dan raffling, bisa untuk tempat penelitian, tracking, fliying fox, jelajah alam, wisata budaya dan ritual? Bagaimana jika semua itu bisa di dapatkan di satu tempat? Pasti akan sangat menyenangkan , bukan?
Semua itu bisa ditemukan di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Bagi yang belum tahu lokasi Gunung Api Purba, letak Desa sangat strategi yang berada ditengah- tengah kota besar yaitu kota Yogyakarta dan Wonosari. Lokasi Desa dan aksesbilitas dapat dicapai melalui jalan raya yang sudah cukup baik juga mempermudahkan para wisatawan untuk datang.
Desa wisata Nglanggeran yang terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta memiliki pemandangan yang asri dan epik yang dilengkapi oleh Gunung Api Purba. Di kawasan geosite ini ada beberapa spot wisata, mulai dari Gunung Api Purba Nglanggeran, Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, hingga Kampung Pitu.
Dahulu Nglanggeran hanyalah desa terpencil pengekspor TKI, namun kini masyarakat kembali ke desa untuk membangun desa wisata Nglanggeran. Desa Nglanggeran yang dinobatkan sebagai desa wisata terbaik ASEAN tahun 2016 juga menjadi destinasi wisatawan saat berkunjung ke Gunung kidul, Daerah Istemewa Yogyakarta. Desa ini mempunyai beberapa destinasi seperti curug kedung kadang, kampung pitu, dan 2 unggulan destinasi yaitu Ekowisata Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran.
Selain itu di Desa wisata ini mempunyai program "live in" yaitu kegiatan menginap serta melakukan aktivitas di desa Nglanggeran. Lewat progam live in ini wisatawan bisa berinteraksi langsung seperti melakukan kegiatan atau mengikuti pekerjaan masyarakat sehari- hari lakukan.
Di Desa Nglanggeran terdapat kegiatan- kegiatan masyarakat yang bisa kita pelajari loh sekaligus aktifitas ini juga merupakan mata pencaharaian dari masyarakat itu sendiri seperti kerajinan- kerajinan yang terbuat dari janur sehingga menjadi bentuk- bentuk seperti ketupat, keris, dll.