Hasil Penelitian 1 (Desa Ngelanggeran)

1681 Kata
Desa Nglaggeran merupakan desa yang berada di Kabupaten Gunung Kidul tepatnya di Kecamatan Patuk, Provinsi D.I Yogyakarta. Kawasan ini dapat ditempuh sejauh 20 km dari pusat kabupaten. Desa Nglanggeran berbatasan dengan Desa Putat di bagian selatan, bagain utara diketaui Desa Nglanggeran berbatasan dengan Desa Ngoro-ro, bagian barat berbatasan dengan Desa Salam, Bagian timur Desa Nglanggeran berbatasan dengan Desa Nglegi. Desa Nglanggeran memiliki 5 dusun diantaranya, Dusun Nglanggeran. Wetan, Dusun Nglanggeran Kulon, Dusun Karang Sari, Dusun Gunung Butak, Dusun Doga. Desa Nglanggeran memiliki berbagai potensi wisata salah satunya obyek wisata Guning Api Purba Nglanggeran. Penaman Gunung Api Purba diakibatkan pemebentukan gunung terserbut dahulunya dari pembekuan magma yang terjadi di masa lalu sekitar 60 juta tahun yang lalu. Gunung Api Purba merupakan gunung yang memiliki keunikan dan penampakan yang indah. Gunung api purba merupakan habitat dari bebagai flora dan fauna. Baik habitat dan kenampakannya perlu dilestarikan maka dari itu Desa Nglanggeran beserta objek wisata di dalamnya di jadikan kawasan ekowisa. Junaedi (2017) memaparkan, gunung api purba memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu tujuan ekowisata. Potensi Gunung Api Purba sangatlah besar di jadikan kawasan ekowisata karena kenampakan yang unik dan beragam flora dan fauna di dalamnya menambahkan daya tarik dari Gunung Api Purba. Kenampakan yang bisa kita lihat disana yaitu mata air purba, puncak Gunung Bagong, Gunung 5 Jari, Kawasan Perkemahan dll. Flora yang dapat kita temui yaitu Anggrek, sedangkan Fauna yang dapat kita temui diantaranya kera dan rusa. Dengan adanya kawasan ekowisata di Gunung Api Purba ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat Desa Nglanggeran yaitu peningkatan sosial ekonomi masyarakat Desa Nglanggeran Kawasan gunung Api Purba dapat kita temui flora dan fauna yang dapat dikatakan langka. Flora dan fauna langka diantaranya kera yang memiliki ekor panjang dan tanaman yang dapat dijadikan obat yaitu tanaman tremas. Desa Nglanggeran sendiri terdapat kegiatan bersih desa. Potensi- potensi yang melimpah terutama di bidang pariwisata dapat menjadikan Desa Nglanggeran menjadi desa wisata. Potensi Desa Nglanggeran sebagai desa wisata yang bernama “Pesona Purba Nglanggeran” terdiri dari beberapa obyek wisata diantaranya Gunung Api Purba Nglanggeran, Air Terjun, embung dan toko oleh oleh. Desa Nglanggeran dalam perkembangannya menjadi desa wisata diarahkan menjadi desa pendidikan dan desa budaya. Desa Nglanggeran merupakan desa wisata yang berada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Nglanggeran terletak di datarang tinggi tepatnya di ketinggian sekitar 200-700 meter dari permukaan laut. Luas wilayah Dea Nglanggerang 762,7909 hektar. Jumlah penduduk Desa Nglanggeran sebesar 2.725 jiwa dengan kepala keluarga sebanyak 689. Penduduk Desa Nglanggeran terdiri dari laki-laki 1.363 jiwa, dan perempuan 1.363 jiwa. Potensi Desa Ngelanggeran sangatlah besar terutama di bidang pariwisata. Kawasan Desa Nglanggeran terdiri dari obyek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kadang, Embung Nglanggeran, Griya Coklat Nglanggeran. Ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung diantaranya adalah mahasiswa geografi yang ingin melakukan penelitian. Hal ini selaras dengan pendapat (Nurdin dkk., 2019) bahwa dengan pembelajaran berbasis penelitian dapat meningkatkan berfikir kritis geografi siswa. Gunung api nglangeran merupakan gunung api purba yang pernah aktif pada masa lalu, tetapi sekarang sudah tidak aktif dan dapat dikatakan mati dan terosi. Penampakan alam dari gunung api purba berbeda dengan gunung api yang dapat kita lihat sekarang ini. Gunung api purba nglanggeran sendiri termasuk dalam bentang lahan proses solusional (aktivitas pelarutan batuan) yang didominasi oleh batuan sedimen organik hasil metamorphosis terumbu karang berupa batu gamping yang membentuk topografi kasrt dengan bentukan yang bermacam-macam seperti mengerucut, lembah-lembah, dan dinding karts Embung nglanggeran merupakan tampungan air buatan yang digunakan untuk mengari kebun uah durian dan kelengkeng.Pada dasarnya kawasan Desa Nglangeran merupakan kawasan tandus dan kekurangan air. Hal ini dikarenakan kawasan Kabupaten Gunung Kidul identic dengan bukit-bukit berbatuan gamping yang biasanya dikenal dengan kawasan karst. Suryatmojo (2006) menjabarkan sistem drainase kawasan karst sangat unik karena didominasi oleh drainase bawah permukaan dimana sebagian besar masuk ke jaringan sungai bawah tanah melalui ponor. Kondisi pengairan yang sulit tidak membuat masyarakat sekitar kekeringan inovatif, masyarakat Nglanggeran berusaha membudidaya tanaman durian dan kelengken, yang hasilnya nanti dijual, dan pengariannya juga di buat destinasi wisata demi meningkatkan perekonomian desa. Ada pula destinasi wisata berupa air terjun kedung kadang yang berada di selatan Gunung Api Purba dengan hamparan terasiring sawah dan berbentuk undak-undak batuan vulkanik. Sayangnya air terjun ini hanya dapat di nikmati. saat musim penghujan saja. Potensi yang besar di bidang pariwisata dimanfaatkan warga desa membuat toko oleh oleh yang bernama griya coklat nglanggeran. Masyarakat Nglanggeran tergolong masyarakat yang berpendidikan rendah dimana mayoritas masyarakatnya lulusan SD. Masyarakat yang berpendidikan tinggi tergolong rendah. Hermawan (2016) memaparkan ditinjau dari segi pendidikan dan usia masyarakat Desa Nglanggeran pendidikannya masih minim, dimana 50% masyarakat berusia anatara 26 tahun sampai 45 tahun. Pendidikan merupakan faktor penting dalam pengembagan desa dan aspek kehidupan yang paling penting.Dunia pendidikan merupakan indicator yang kuat dalam indek pembangunan manusia atau IPM. Lestari W, dkk (2018) menjabarakan adanya pengaruh signifikan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi indeks pembangunan manusia merupakan indeks harapan hidup, indeks pendidikan, indeks pendapatan. Kesiapan masyarakat Desa Nglanggeran dapat dikatakan kurang maksimal jika pendidikan mayoritas masyarakat Desa Nglanggeran masih rendah, hal ini dikarenakan perlu adanya orang yang memiliki kualitas pendidikan baik demi mengembangkan wisata Nglanggeran yang inovatif. Pengaruh Desa Nglanggeran yang telah menembangkan potensinya menjadi desa wisata berdampak baik bagi sosial masyarakat setempat.pendapatan masyarakat yang mulanya hanya di sektor pertanian dan pertenakan kini ditambah dengan pendapatan masyarakat dari sektor wisata. Hal ini menandakan banyaknya lapangan kerja baru yang dapat mengurangi pengangguran di Desa Nglanggeran. Sektor pertanian pun juga berkembang, sekarang ini masyarakat Desa Nglanggeran dapat menamam buah duren dan kelengkeng karena adanya perairan buatan yaitu embung nglanggeran. Sektor pariwisata yang juga berkembang dimana masyarakat mulai mendirikan homestay untuk penginapan wisatawan dan pusat oleh-oleh. Pada dasarnya perubahan desa menjadi desa wisata dapat berdampak pada harga bahan baku di wilayah daerah tersebut meningkat dan sumber daya desa mulai dikuasai Investor luar. hal tersebut berbeda dengan kasus di Desa Nglanggeran dimana harga bahan kebutuhan pokok masih normal, dan sumber daya desa masih dikuasai oleh masyarakat lokal. Hermawan (2016) menjabarkan kebutuhan pokk dan komoditas pendukung pariwisata masih dapat tercukupi dari produk usaha dan pertanian lokal, sehingga pariwisata tidak memberatkan perekonomian masyarakat lokal selaku tuan rumah pariwisata. Laju pembangunan fisik desa cenderung semakin cepat karena demi meningkatkan penunjang desa sebagai desa pariwisata.Pemerintah desa maupun kabupaten mendapatkan pendapatan tambahan melalui tiket masuk pariwisata. Pengembangan Desa Nglanggeran menjadi Desa Pariwisata secara umum berdampak baik bagi perkembangan sosial ekonomi masyarakat. `Pembangunan pariwisata tak lepas dari indikator kesehatan dan keamanan diamana indicator tersebut mempengaruhi kenyamanan wisatawan, dan suatu hal yang akan dipertimbangkan dalam berwisata. Pengelola diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kesehatan dan keamanan wisatawan. Hanifah N, dkk (2018) menjabarkan pola perjalanan wisata biasanya perjalan dari loaksi awal menuju lokasi tujuan, salah satu pola perjalanan wisatawan dimana mempertimbangkan aksesbilitas menuju fasilitas kesehatan. Permasalahan yang perlu ditangani di Desa Nglanggeran yaitu pendidikan yang rendah dimana pemerintah harus mengambil kebijakan agar masyrakatnya memiliki kesadaran tinggi di bidang pendidikan.Pemerintah juga harus meningkatkan fasilitas pendidikan di Desa Nglanggeran. Menurut (Ikhsan dkk., 2018) menjabarkan pemerintah dapat membuat program memberikan beasiswa bagi anak anak dari keluarga yang tidak mampu, beasiswa bagi anak-anak berpresasi tapi dari keluarga yang kurang beruntung, dukungan dari pemerintah sangatlah diperlukan. Gunung api purba nglangeran dinamakan Gunung api Purba karena wilayah ini merupakan hasil bentukan proses vulkanik masa lampau yang berumur Oligosen, yaitu lebih besar dari sekitar 42 juta tahun yang lalu, yang tersusun oleh material vulkanik tua. Gunung Api Purba Nglanggeran sendiri termasuk dalam bentang lahan asal proses solusional (aktivitas pelarutan batuan) yang didominasi oleh batuan sedimen organik. Wilayah sekitar gunung api purba merupakan kawasan karst yang memiliki penyerapan air rendah, oleh karna itu kawasan ini termasuk kawasan sulit air. Kondisi sosial ekonomi di sekitar kawasan gunung api purba, masyarakat setempat memanfaatkan gunung api purba yang telah menjadi objek wisata, dengan mendirikan profesi –profesi kecil, seperti toko oleh-oleh, penginapa, dan juru parkir. --- Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak tujuan wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Hamparan pegunungan yang asri dan menawan sebagai tujuan wisata alam yang selalu memikat dan mendatangkan pengunjung wisatawan nusantara maupun mancanegara. Wisata menjelajahi alam sedang menjadi trend saat ini. Banyak wisatawan mancanegara maupun domestik sengaja berkunjung ke sebuah daerah untuk menikmati keindahan alam sekaligus menemukan keunikan budaya lokal masyarakat setempat. Aktivitas wisata pun tak lagi sebatas memenuhi kebutuhan rekreasi tetapi untuk studi lapangan dari kampus seperti saya (lumayan kan penelitian sekaligus refreshing hehe) selain itu dapat memberikan nilai lebih baik dari segi lingkungan, ekonomi dan sosial budaya. Wisata alam seperti apa sih yang kamu inginkan? Apakah yang bisa live in, camping, outbound, menikmati sunset dan sunrise, climbing dan raffling, bisa untuk tempat penelitian, tracking, fliying fox, jelajah alam, wisata budaya dan ritual? Bagaimana jika semua itu bisa di dapatkan di satu tempat? Pasti akan sangat menyenangkan , bukan? Semua itu bisa ditemukan di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Bagi yang belum tahu lokasi Gunung Api Purba, letak Desa sangat strategi yang berada ditengah- tengah kota besar yaitu kota Yogyakarta dan Wonosari. Lokasi Desa dan aksesbilitas dapat dicapai melalui jalan raya yang sudah cukup baik juga mempermudahkan para wisatawan untuk datang. Desa wisata Nglanggeran yang terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta memiliki pemandangan yang asri dan epik yang dilengkapi oleh Gunung Api Purba. Di kawasan geosite ini ada beberapa spot wisata, mulai dari Gunung Api Purba Nglanggeran, Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, hingga Kampung Pitu. Dahulu Nglanggeran hanyalah desa terpencil pengekspor TKI, namun kini masyarakat kembali ke desa untuk membangun desa wisata Nglanggeran. Desa Nglanggeran yang dinobatkan sebagai desa wisata terbaik ASEAN tahun 2016 juga menjadi destinasi wisatawan saat berkunjung ke Gunung kidul, Daerah Istemewa Yogyakarta. Desa ini mempunyai beberapa destinasi seperti curug kedung kadang, kampung pitu, dan 2 unggulan destinasi yaitu Ekowisata Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran. Selain itu di Desa wisata ini mempunyai program "live in" yaitu kegiatan menginap serta melakukan aktivitas di desa Nglanggeran. Lewat progam live in ini wisatawan bisa berinteraksi langsung seperti melakukan kegiatan atau mengikuti pekerjaan masyarakat sehari- hari lakukan. Di Desa Nglanggeran terdapat kegiatan- kegiatan masyarakat yang bisa kita pelajari loh sekaligus aktifitas ini juga merupakan mata pencaharaian dari masyarakat itu sendiri seperti kerajinan- kerajinan yang terbuat dari janur sehingga menjadi bentuk- bentuk seperti ketupat, keris, dll.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN